Kajati Sulut Gelar In House Training Peningkatan Kapasitas Jasa dalam Tangani Barang Bukti

Kajati Sulut menggelar kegiatan In House Training Peningkatan Kapasitas Jasa dalam Penanganan Barang bukti atau alat bukti elektronik

Kajati Sulut Gelar In House Training Peningkatan Kapasitas Jasa dalam Tangani Barang Bukti
IST
In House Training Peningkatan Kapasitas Jaksa dalam penanganan barang bukti atau alat bukti elektronik 

Kajati Sulut Gelar In House Training Peningkatan Kapasitas Jasa dalam Tangani Barang Bukti

TRIBUNMANADO.CO.ID,MANADO - Sejak hari Rabu (10/4/2019) hingga Jumat (12/4/2019) Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulawesi Utara (Sulut) menggelar kegiatan In House Training Peningkatan Kapasitas Jasa dalam Penanganan Barang bukti atau alat bukti elektronik, di Hotel Peninsula Manado.

Kasi Penkum Kajati Sulut Yoni Mallaka dalam informasinya mengatakan, kegiatan House Training dibuka langsung oleh k‎epala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulawesi Utara (Sulut) M. Roskanedi, SH ditandai dengan pemukulan Tetengkoren oleh Kajati Sulut di dampingi ibu Shady M. M. Togas, SH selaku Asisten Tindak Pidana Umum Kejati Sulut.

Baca: Pria Lajang di Kotabunan Selatan Akhiri Hidupnya, Gantung Diri Pakai Tali Ayunan Bayi

"Kegiatan tersebut merupakan Program dari Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum Kejaksaan Agung RI Tahun 2019 sebagai bentuk pembekalan teknis kepada para Jaksa untuk menghadapi perkembangan teknologi yg semakin pesat khususnya terkait penanganan secara teknis barang bukti atau alat bukti elektronik," kata Yoni, Kamis (11/4/2019).‎

Kegiatan tersebut diikuti oleh para asisten kejati Sulut, pejabat struktural eselon 4 kejati sulut, para kajari terdekat yaitu Kajari Manado, Kajari Tomohon, Kajari Minahasa dan Kajari Minahasa Selatan serta diikuti oleh 101 peserta yang berasal dari para Kasi Barang Bukti dan Barang Rampasan dan Kasi Pidum Kejati Sulut, Kejati Sulsel, Kejati Sulteng, Kejati Sultra, Kejati Gorontalo, Kejati Maluku, Kejati Maluku Utara dan Kejati Papua.

Baca: Terungkap Kronologi Pembunuhan Ferolin Djorebe saat Rekonstruksi, Suaminya Cekik Selama 10 Menit

Dalam sambutannya Kajati Sulut mengatakan perkembangan teknologi informasi saat ini justru menjadi "Pedang bermata dua" bagi kita semua.

Disatu sisi dapat berdampak positif bagi kemudahan manusia, namun disisi lain dapat menimbulkan berbagai ancaman bagi pertahanan Negara, terlebih lagi, ancaman terorisme global saat ini tengah mengancam kedaulatan Indonesia karena bergerak melalaui medium dunia maya menebar ancaman teror di masyarakat.

Misalnya kemungkinan yang tidak kalah menarik pada tahun 2019 adalah operandi Skimming ATM dengan teknik yang lebih cangih di gunakan penjahat Siber.

Mengantisipasi hal ini, Jaksa selaku Penuntut Umum yang berwenang mengajukan alat bukti kejahatan ke depan persidangan haruslah mengenali memahami dan selalu meningkatkan kemampuan untuk melakukan penilaian terhadap barang bukti yang di ajukan oleh penyidik menyangkut perolehan barang bukti elektronik agar dapat dipertanggungjawabkan secara hukum di persidangan sebagai alat bukti yang sah dan memperkuat pembuktian.

Baca: Ditemukan Tewas, Seorang Remaja 12 Tahun Tersengat Arus Listrik di Rumah Kosong

Sebagai Narasumber dalam kegiatan ini adalah‎ Direktorat Siber Bareskrim Mabes Polri tentang Modus Cyber Crime dan cara pengungkapannya,
Dr. Yudi Kristiana tentang Penanganan perkara tindak pidana umum terkait alat bukti/barang bukti elektronik.

Kementerian Komunikasi dan Informatika tentang aspek hukum dalam penanganan Alat Bukti/barang bukti elektronik dan ‎Teknis Forensic Digital dalam penanganan barang bukti/barang bukti elektronik.

Dadir dalam kegiatan ini pejabat struktural dari Kejaksaan Agung RI, Albina Dita Prawitaningsih, SH, MH selaku koordinator pada Jampidum, ‎Gatot Irianto, SH, MH selaku Kasubdit Penuntutan dan‎ Nur Chusniah, SH, MH selaku Kasubdit Pra Penuntutan.(crz)‎

Penulis: Christian_Wayongkere
Editor: Chintya Rantung
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved