Proyeksi IHSG dan Rupiah: Terangkat Berkat Asing

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menguat. Kamis (4/4), IHSG naik 0,29% di 6494,63. Kenaikan IHSG ditopang dengan aksi beli

Proyeksi IHSG dan Rupiah: Terangkat Berkat Asing
kontan
Pergerakan IHSG 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menguat. Kamis (4/4), IHSG naik 0,29% di 6494,63.  Kenaikan IHSG ditopang dengan aksi beli asing (net buy) Rp 730,71 miliar.

Analis Panin Sekuritas William Hartanto mengatakan, momentum pembagian dividen mendorong asing melakukan transaksi beli. Analis Reliance Sekuritas Lanjar Nafi juga melihat, aksi beli asing menjadi katalis dominan pada perdagangan Kamis. Saham TLKM, BMRI dan ASII menjadi top net buy value investor asing.

"Rating utang Bank Mandiri cukup baik oleh S&P di BB+ dengan outlook positif dan kualitas aset BMRI semakin mendekati rata-rata jika terus bebertumbuh 12 hingga 18 bulan ke depan," ujar Lanjar. Untuk hari ini, sentimen yang akan mempengaruhi adalah laporan pekerjaan bulanan Amerika Serikat (AS) yang akan dirilis pada Jumat (5/4). Data non-farm payrolls tersebut diproyeksi naik 180.000 pada bulan Maret mengukuhkan kekuatan ekonomi yang cenderung cepat.

Untuk itu, Lanjar memperkirakan, IHSG akan terkoreksi karena trend line jangka menengah membentuk pola bearish trend. Ia melihat IHSG akan di kisaran 6.410-6.520. Sedangkan William memproyeksikan, IHSG akan menguat di kisaran 6.450-6.520

Menghitung dolar AS dan rupiah
Menghitung dolar AS dan rupiah (kontan)

Efek Perang Dagang

Rupiah kembali menguat terhadap dollar Amerika Serikat (AS). Kurs rupiah di pasar spot berhasil menguat 0,28% ke level Rp 14.183 per dollar AS pada penutupan perdagangan Kamis (4/4). Setali tiga uang, kurs tengah rupiah di Bank Indonesia juga menguat 0,38% ke level
Rp 14.182 per dollar AS.

Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia Ahmad Mikail menyampaikan, rupiah menguat karena pelaku pasar melihat negosiasi dagang antara AS dan China akan menghasilkan kesepakatan positif. “Potensi kesepakatan dagang kian besar seiring kesadaran AS dan China bahwa perang dagang akan melemahkan perekonomian kedua negara tersebut,” ungkap Mikail, kemarin.

Analis Monex Investindo Futures Dini Nurhadi Yasyi mengatakan rupiah juga menguat terdorong sentimen koreksi data awal penyerapan tenaga kerja AS di luar sektor pertanian dan pemerintah atau ADP Non-Farm Employment Change. Penyerapan tenaga kerja di periode Maret cuma 129.000, turun dari 197.000 di Februari.

Dini memprediksi kurs rupiah besok bergerak di rentang Rp 14.100 per dollar AS hingga Rp 14.250 per dollar AS. Sedang Mikail menghitung rupiah akan bergerak di kisaran sempit Rp 14.100-Rp 14.150 per dollar AS hari ini. (Dimas Andi Shadewo/Danielisa Putriadita/Aloysius Bram)

Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved