PDIP Siap 'Merahkan' Kampanye Jokowi di Sulut

Politik butuh biaya! Coach politics (biaya politik) membengkak saat masa kampanye Pemilu Presiden dan Legislatif 2019.

PDIP Siap 'Merahkan' Kampanye Jokowi di Sulut
TRIBUNMANADO/RYO NOOR
Tim Kampanye Daerah Sulut Pasangan Jokowi Maaruf menggelar acara nonton bareng debat perdana capres-cawapres, di Kantor DPD PDIP Sulut, jalan Soekarno, Maumbi, Minahasa Utara, Kamis (17/1/2019). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO – Politik butuh biaya! Coach politics (biaya politik) membengkak saat masa kampanye Pemilu Presiden dan Legislatif 2019. Untuk pengerahan massa hingga 60 ribu orang diperkirakan mencapai miliar rupiah. Estimasinya, bila satu orang diberikan biaya transportasi dan akomodasi Rp 100 ribu, maka 60 ribu orang dikalikan Rp 100 ribu mencapai Rp 6 miliar.

Seperti kampanye akbar Partai Gerindra yang menghadirkan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto di Lapangan Ternate Baru, Kecamatan Singkil, Kota Manado pada Minggu (24/3/2019). Begitu juga dengan pengerahan massa simpatisan dan kader Partai Nasdem Sulawesi Utara di Stadion Klabat Manado, Rabu (27/3/2019).

Kampanye akbar Nasdem di Stadion Klabat, punya catatan tersendiri di mata Vonnie Panambunan, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Nasdem Kabupaten Minahasa Utara yang juga Bupati Minut ini dipercayakan sebagai Ketua Panitia Pelaksana. VAP berhasil menghadirkan puluhan ribu simpatisan, kader dan pengurus partai nomor urut 5 itu.
"Target kami 60 ribu orang melibatkan pengurus DPD Nasdem kota dan kabupaten se-Provinsi Sulut dengan pembiayaan kampanye akbar, atribut dan event orgenazer (EO) dari partisipasi pribadi saya selaku Ketua Panitia," ujar VAP saat membacakan laporan panitia di atas panggung.

Kampanye akbar yang mendatangkan Ketua Umum Nasdem Surya Paloh itu merupakan tindak lanjut pemenangan dan mensukseskan pemilu 17 April 2019. “Untuk biaya dalam menghadirkan massa dari DPD kota kabupaten serta para caleg dari dapil masing-masing,” katanya.

Sukses kampanye akbar dan pelaksanaan konsolidasi partai, kata Vonnie, dibantu dan diberi arahan oleh Komandan Pemenangan Wilayah Sulut Felly Runtuwene, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Sulut Max Lomban dan ketua-ketua DPC kabupaten kota. "Khusus penggunaan Stadion Klabat dapat rekom dan dukungan dari GS Vicky Lumentut sebagai Ketua Nasdem Kota Manado," kata dia.

Sudah jadi kebiasaan bilamana kampanye terbuka menghadirkan beragam hiburan seperti penampilan artis, pagelaran kolosal ataupun paduan suara. Apalagi yang datang adalah tokoh besar semisal calon presiden. Pastinya glamour.
Namun kampanye akbar Prabowo di Manado, jauh dari
kesan glamour. Tak ada pagelaran apalagi artis ibu kota. Kampanye itu berlangsung konvensional.

Begitu datang, Prabowo langsung berorasi. Selesai pidato, Prabowo langsung meninggalkan panggung.
Selain beberapa penyanyi lokal yang tampil mengisi acara jelang Prabowo tampil, hiburan adalah grup musik bambu yang jumlahnya sedikit, bunyinya tidak seberapa, kalah riuh dengan jumlah massa.

Ada juga sekelompok warga yang berinisiatif menampilkan
tarian hadrah. Mereka hendak tampil di jalan untuk menyambut Prabowo. Namun skenario itu buyar karena massa sangat
banyak menyemut di jalan saat Prabowo datang.

Sekretaris DPD Partai Gerindra Sulut Melky Suawa mengakui dana kampanye pihaknya sangat minim. "Itu pun gotong
royong dengan kader dan partai koalisi," katanya. Dikatakan Melky, pihaknya sempat susah payah mencari dana karena kedatangan Prabowo begitu tiba-tiba.

Namun berkat gotong royong caleg serta partai pengusung, masalah pendanaan bisa teratasi. "Acara bisa sukses
berkat soliditas kader, itu yang harus digarisbawahi dalam kampanye Prabowo, jauh dari kesan glamour tapi sangat merakyat," kata dia.

Halaman
12
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved