Proyeksi IHSG: Tak Ada Sentimen Pendukung

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil ditutup menguat di akhir pekan lalu. Jumat (22/3), IHSG naik 0,36% di 6.525,27.

Proyeksi IHSG: Tak Ada Sentimen Pendukung
kontan
Pergerakan IHSG 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil ditutup menguat di akhir pekan lalu. Jumat (22/3), IHSG naik 0,36% di 6.525,27. Meski begitu, para analis menilai, hari ini IHSG akan mengalami koreksi wajar.

Analis Panin Sekuritas William Hartanto mengatakan, investor masih akan fokus pada jalannya Pemilihan Umum (Pemilu) yang akan berlangsung pada April nanti. Sementara itu, keputusan bank sentral Amerika Serikat (AS) alias The Fed menahan suku bunga acuan Fed Fund Rate (FFR) di level 2,25%-2,5di tahun ini masih akan menjadi sentimen positif bagi pergerakan IHSG.

Analis Binaartha Sekuritas Muhammad Nafan Aji menambahkan, keputusan The Fed juga membawa berkah bagi nilai tukar rupiah. Apalagi, keputusan The Fed diikuti Bank Indonesia (BI) dengan mempertahankan BI 7-DRR di level 6%.

BI menilai langkah ini tepat untuk menjaga tingkat stabilitas moneter. Hal ini terbukti membuat asing kembali masuk ke pasar saham Indonesia dengan nilai Rp 486,65 miliar di perdagangan Jumat lalu.

Nafan memprediksi, IHSG juga berpotensi tertekan karena hasil perundangan Brexit yang tidak jelas. Para pelaku pasar akan lebih memilih untuk wait and see.

William menilai, analisa teknikal menunjukkan IHSG cenderung melemah. Ini nampak dari stochastic yang masuk area jenuh beli. Ia memprediksi IHSG akan bergerak antara 6.480-6.536. Sedang Nafan menghitung IHSG bergerak antara 6.480,78-6.547,52.

Yield Turun, Prospek SUN Dollar AS Masih Cerah

Meredanya risiko global tak hanya memicu penurunan yield surat utang negara (SUN) berdenominasi rupiah. Buktinya, SUN berdenominasi dollar Amerika Serikat (AS) juga ikut merasakan tren penurunan yield di awal tahun ini.

Yield INDO-29, yang merupakan SUN valuta asing tenor 10 tahun turun 63 bps (ytd) jadi 3,921% di Jumat (22/3). Bahkan pada Kamis (21/3), yield seri ini mencetak rekor terendah di level 3,920%.

Sebagai perbandingan, yield SUN seri FR0078 baru turun 38 bps ke level 7,557% hingga akhir pekan lalu. Walau tingkat penurunannya berbeda, Ekonom Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) Fikri C. Permana mengatakan, sentimen yang mendorong penurunan yield SUN valas maupun SUN berdenominasi rupiah serupa dan saling berkaitan.

Halaman
123
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved