Peritel Ancang-Ancang Menyambut Lebaran: Begini Pergerakan Harga Minyak

Para pemain di sektor ritel, khususnya fesyen, mulai ancang-ancang menyambut momen Ramadhan dan Lebaran. Mereka sudah menyiapkan

Peritel Ancang-Ancang Menyambut Lebaran: Begini Pergerakan Harga Minyak
TRIBUNMANADO/HERVIANSYAH
Ilustrasi Kemendag RI melakukan pemantauan ketersediaan sembilan bahan pokok di sejumlah ritel dan distributor di Manado Kamis (3/5/2018). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Para pemain di sektor ritel, khususnya fesyen, mulai ancang-ancang menyambut momen Ramadhan dan Lebaran. Mereka sudah menyiapkan strategi, bahkan berani mematok pertumbuhan penjualan yang lebih tinggi dibandingkan dengan Ramadhan dan Lebaran tahun lalu.

Direktur Utama PT Mega Perintis Tbk (ZONE) FX Afat Adinata Nursalim mengakui,  penjualan pada saat Ramadhan paling tinggi sepanjang tahun. Pemilik gerai Manzone dan MOC ini memasang target tinggi pada tahun ini. “Biasanya kalau Lebaran itu kan penjualan kami bisa naik sampai tiga kali lipat,” ujarnya kepada KONTAN, Kamis (21/3).

Sebab itu, Mega Perintis sudah menyiapkan stok dan produksi yang cukup untuk mengimbangi permintaan yang cenderung menanjak.

Tren kenaikan permintaan pasar itu juga tidak disia-siakan oleh peritel department store seperti Metro Department Store dan Centro Department Store.

Cesilia Febiana, Head of Marketing Communications PT Metropolitan Retailmart, menjelaskan, produk fesyen masih mendominasi permintaan pada saat Ramadhan dan Lebaran ketimbang produk lainnya. Tahun ini, penjualan perusahaannya ditargetkan  bisa tumbuh pesat. “Targetnya serupa, (naik) dua kali sampai tiga kali lipat. Fesyen masih mendominasi periode ini,” ujarnya.

PT Tozy Sentosa, pemilik gerai Centro Department Store juga optimistis bisa mendulang pendapatan dari penjualan baju muslim dan produk lainnya dari momentum hari raya umat Islam ini.

Pelly Sianova, Advertising and Promotion Senior Manager Centro Department Store, mengatakan, dibandingkan dengan bulan biasa, pertumbuhan penjualan pada saat Ramadhan dan Lebaran akan tumbuh signifikan. “Bisa lebih tinggi dari 40%, namun saya tidak bisa menyebutkan angka pastinya,” ujarnya.

Budiardjo Iduansjah, Ketua Umum Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo), mengamini bahwa permintaan segmen fesyen paling melonjak, kemudian disusul segmen makanan dan format ritel lainnya.

Ini bisa dilihat dari historikal Ramadhan setiap tahun. “Gerai fesyen bisa meningkat dua  kali hingga tiga kali lipat, itu idealnya di Ramadhan dan Lebaran. Kalau format lain seperti supermarket akan tumbuh 30%-40%. Elektronik juga,” ujarnya.

Harga Minyak Bisa Melejit

Halaman
12
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved