Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Debat Cawapres

Begini Tanggapan Dahlan Iskan soal Debat Cawapres 2019 Malam Ini

Dahlan Iskan membagikan catatannya terkait debat calon wakil presiden yang akan berlangsung pada Minggu (17/3/2019) malam.

Editor: Rhendi Umar
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Menteri BUMN, Dahlan Iskan. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Mantan Menteri BUMN, Dahlan Iskan membagikan catatannya terkait debat calon wakil presiden yang akan berlangsung pada Minggu (17/3/2019) malam.

Catatan itu disampaikan Dahlan Iskan di laman pribadinya, disway.id, Minggu (17/3/2019).

Melalui catatannya, Dahlan Iskan menyampaikan pandangannya apakah debat cawapres akan berlangsung menarik atau tidak.

Dahlan Iskan awalnya menyinggung soal tema diskusi yang jika bisa diubah, maka mungkin akan menjadi lebih aktual.

Dahlan Iskan membahas soal peristiwa penembakan di Selandia Baru yang menurutnya bisa dijadikan tema untuk dibahas.

Namun, tulis Dahlan Iskan, KPU tak akan mengubah tema diskusi karena sudah terlanjur membocorkan kisi-kisinya.

Dahlan Iskan memperkirakan, kedua kandidat nantinya akan berebut simpati dengan membahas soal peristiwa penembakan di Selandia Baru sebagai pembahasan pembuka.

Baca: Debat Cawapres Maruf Amin dan Sandiaga Uno Terbagi 6 Segmen, Ini Rinciannya

Baca: Olahraga Bersama Sandiaga Jelang Debat Cawapres, AHY: Politik Itu Keren, Fun dan Edukatif.

Dahlan Iskan lantas menyebutkan bahwa ia mengenal baik kedua kandidat.

Mantan Menteri BUMN ini menjelaskan bagaimana ia mengenal kedua cawapres itu.

Ia juga membahas soal kelebihan masing-masing cawapres.

Namun, Dahlan Iskan menilai, yang akan menang dalam debat cawapres nantinya adalah Cawapres nomor urut 01, Ma'ruf Amin.

Berikut tulisan Dahlan Iskan terkait hal tersebut:

"Menarikkah debat calon wakil presiden nanti malam?

Kalau topik debatnya bisa diubah tentu kejadian di Selandia Baru lebih aktual. Juga sangat mendasar. 
Bagaimana seorang teroris memakai kamera di tubuhnya. Menyiarkan secara live aksinya: memarkir mobil, membuka bagasi, mengambil senjata api, memasuki masjid, menembaki jemaah yang lagi salat Jumat.

Semua dilakukannya dengan tenang. Sampai 49 jemaah meninggal dunia.

Bagaimana teroris itu memosting seluruh rencananya. Cukup detil. Bahkan menyiarkan lewat medsos saat-saat keberangkatannya. Menuju masjid yang disasarnya.

Halaman
123
Sumber: TribunWow.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved