Kini Makin Mudah Intip Harta WNI di Swiss

Swiss adalah satu negara penghasil cokelat terbaik di dunia. Tapi Swiss tak hanya terkenal dengan cokelatnya. Negara yang dilintasi di pegunungan

Kini Makin Mudah Intip Harta WNI di Swiss
kontan.co.id
Gedung perusahaan sekuritas atau broker di Swiss. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, SWISS - Swiss adalah satu negara penghasil cokelat terbaik di dunia. Tapi Swiss tak hanya terkenal dengan cokelatnya. Negara yang dilintasi di pegunungan Alpen ini juga kerap dijuluki The Grandfather of The World’s Tax Havens, lantaran terkenal dengan kerahasiaan banknya.

“If you see a Swiss banker jump out of a window, follow him—there is surely money to be made.” Begitu kata Voltaire, filsuf Francis yang menggambarkan kerahasiaan Bank di Swiss.

Hal ini tentu saja menarik banyak orang di dunia untuk menyimpan uangnya di Swiss, tak terkecuali orang Indonesia. Persoalanya dan sudah jadi rahasia dunia, kerahasiaan itu dimanfaatkan berbagai pihak untuk menyimpan dana hasil tindak pidana. Mulai dari korupsi hingga pidana perpajakan. Apakah sampai sekarang, Swiss masih layak dianggap sebagai surganya pengemplang pajak? Bagaimana dengan negara lain?

Bagi anda yang menyebunyikan harta di luar negeri, berhati-hatilah. Direktorat Jenderal Pajak akan semakin mudah mengintip harta warga negara Indonesia di negeri orang lain.

Dalam waktu, ada dua yurisdiksi partisipan yang meneken Tax Information Exchange Agreement (TIEA). Sebab Indonesia terus menjalin upaya pertukaran informasi perpajakan dengan sejumlah negara atau yurisdiksi partisipan.

"Sebentar lagi akan berlaku juga TIEA saat ini sudah dilakukan ratifikasi yaitu TIEA dengan Bahama dan San Marino," ujar Kepala Sub Direktorat Pertukaran Informasi Direktorat Perpajakan Internasional DJP Leli Listianawati, Jakarta, Kamis (14/3).

TIEA merupakan kerjasama yang memungkinkan kedua negara atau yurisdiksi partisipan memberikan informasi terkait perpajakan. Saat ini kata Leli, Indonesia sudah memiliki kerjasama TIEA dengan empat yurisdiksi partisipan mereka adalah Jersey, Isle of Man, Guernsey, dan Bermuda.

Selain TIEA, ada juga kerja sama lain yang memungkinkan Ditjen Pajak mengintip harta WNI di luar negeri. Misalnya Automatic Exchange of Information (AEoI) dan Mutual Convention. "Yang mengatur AEoI hanya 67 karena yang 2 P3B yaitu Swiss dan Saudi Arabia. Tetapi Swiss dan Arab menandatangi multilateral convention sehingga bisa bertukar data," kata dia.
"Oleh karena itu, Indonesia memiliki jaringan yang sangat luas untuk melakukan pertukaran informasi perpajakan," kata Leli.

Indonesia memang menandatangani Mutual Legal Asisstance (MLA) dengan salah satu negara surga pajak, Swiss, bulan lalu. Hal ini sangat penting bagi Indonesia. Direktur Eksekutif Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) Yustinus Prastowo mengatakan, penandatanganan MLA ini merupakan langkah maju yang akan bermanfaat bagi Indonesia.

"Terutama dalam rangka melakukan penegakan hukum terhadap tindak pidana korupsi, pencucian uang, dan pidana perpajakan yang selama ini sulit dilakukan karena kendala keterbatasan akses dan daya jangkau," ujar Prastowo.

Halaman
123
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved