Viral Video Pindah Rumah karena Beda Pilihan Caleg: Meivo: Murni Masalah Keluarga

Perbedaan pandangan politik hendak diterima lapang dada bukan memicu permusuhan. Satu keluarga di Desa Tawaang Timur

Viral Video Pindah Rumah  karena Beda Pilihan Caleg: Meivo: Murni Masalah Keluarga
istimewa
Pemilik rumah mengeluarkan barang menjelang relokasi rumah di Desa Tawaang, Kecamatan Tenga, Minsel, Rabu (13/3/2019). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, AMURANG – Perbedaan pandangan politik hendak diterima lapang dada bukan memicu permusuhan. Satu keluarga di Desa Tawaang Timur, Kecamatan Tenga, Kabupaten Minahasa Selatan terpaksa pindahkan rumah dari tanah milik kerabat yang berbeda pilihan politik.

Kejadian relokasi rumah semi permanen milik Keluarga Panaumang-Pontoh di Desa Tawaang Timur ini ramai di media sosial, Facebook. Akun bernama G’Bra sempat mengunggah foto-foto sejumlah orang ramai-ramai memindahkan rumah beratap seng dan berdinding kayu. Bahkan video pindah rumah yang diunggah pada sebuah akun sempat viral.

Video siaran langsung yang di-posting pada Rabu (13/3/2019) pukul 11.36 Wita itu, sampai Kamis malam, pukul 19.34, telah ditonton lebih dari 2.100 kali, 50 komentar, 18 kali dibalikan.

Video ini terlihat nampak biasa, lantaran kegiatan seperti itu lazim. Warga mengenal dengan budaya mapalus (gotong royong) sejak ratusan tahun silam.

Namun di balik semangat gotong royong, warga di Desa Tawaang Timur ini, pindah rumah sederhana berukuran sekitar 6 meter kali 4 meter itu miris. Keluarga pemilik rumah diduga dipaksa pindah oleh sang pemilik tanah karena perbedaan pilihan politik.

Relokasi rumah di Desa Tawaang Timur.
Relokasi rumah di Desa Tawaang Timur. (istimewa)

Camat Tenga Selvy Mandey membenarkan video yang akhirnya viral di dunia maya itu. Menurutnya, masalah itu sudah selesai. "Keluarga juga sudah mendapat tanah hasil hibah dari warga di situ juga. Luas tanah yang dihibahkan 6 meter kali 4 meter," ucap Mandey, Kamis (14/3/2029).

Sementara itu, dermawan yang menghibahkan tanahnya saat diwawancarai tribunmanado.co.id mengatakan, masalah itu sudah selesai. "Tidak usah diperpanjang lagi," ujar dia yang mewanti namanya tak usah dipublikasikan.

Pemberian tanah itu, menurutnya, karena ia merasa kasihan atas kondisi keluarga. Ia juga berencana merenovasi tempat tinggal keluarga itu.
Meivo Rumengan, warga asal Tawaang mengatakan, itu hanya masalah keluarga. "Beredar informasi ada masalah lain selain masalah keluarga, tapi ini murni masalah keluarga saja," ucap dia.

Hasil penelusuran tribunmanado.co.id, keluarga yang dipaksa pindah, yakni Keluarga Panaumang-Pontoh. Dari informasi yang beredar, keluarga ini tak mau menjadi simpatisan salah satu calon legislatif (caleg), tapi lebih memilih ke caleg lain.

Keluarga itu menempati tanah dari caleg yang tak mau mereka pilih dalam pemilu 17 April 2019. Kabarnya juga caleg itu masih memiliki ikatan kekeluargaan dengan keluarga ini.

Halaman
123
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved