Berita Manado

Kisah Lansia Penjual Sayuran di Pasar Pinasungkulan Karombasan

Seorang ibu bernama Fin Sondak (62), menjual sayur-sayuran di Pasar Pinasungkulan Karombasan, Kecamatan Wanea, Manado, Sulawesi Utara, Kamis (14/03)

Kisah Lansia Penjual Sayuran di Pasar Pinasungkulan Karombasan
TRIBUN MANADO/FISTEL MUKUAN
Kisah Lansia Penjual Sayuran di Pasar Pinasungkulan Karombasan 

Kisah Lansia Penjual Sayuran di Pasar Pinasungkulan Karombasan

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Seorang ibu bernama Fin Sondak (62), menjual sayur-sayuran di Pasar Pinasungkulan Karombasan, Kecamatan Wanea, Manado, Sulawesi Utara, Kamis (14/03/2019).

Wanita ini duduk di keramaian pasar memakai kaos merah berlengan panjang hitam.

Rambutnya beruban sedang berjualan sayur.

Fin menikah dengan Senas Rohayuni 41 tahun yang lalu, setelah menikah mereka memakai sepeda motor, mencari sayuran ke Langowan, Tondano dan Minut.

Mereka mengorder sayuran yang mereka beli dari Langowan, Tondano, dan Minut, ke pasar Karombasan untuk dijual kembali.

Dan dua bulan yang lalu mereka berhenti mengorder sayur, sekarang menjadi penjual sayuran.

" Sekarang bapak kerja tukang ojek dan ibu tinggal menjual sayuran tidak lagi orderan" ungkap fin.

Penghasilan bapak tidak menentu kurang lebih Rp 100.000 dan fin Rp 100.000 per hari.

Fin dikaruniai tiga orang anak, pertama perempuan sementara kuliah berumur 31, kedua laki 28 bekerja di bank, yang bungsu 21 tahun kerja di Megamall.

Halaman
12
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Alexander Pattyranie
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved