5 Fakta 52 Warga Ponorogo 'Lari' ke Malang, Percaya Mau Kiamat, Jual Harta Benda, hingga Setor Uang

Sebanyak 52 warga meninggalakan kampung halamannya Ponorogo dan 'lari' ke daerah Malang karena adanya isu kiamat

5 Fakta 52 Warga Ponorogo 'Lari' ke Malang, Percaya Mau Kiamat, Jual Harta Benda, hingga Setor Uang
kolasetribunmanado.co.id/Rahadian Bagus/Surya/ist
5 Fakta 52 Warga Ponorogo 'Lari' ke Malang, Percaya Mau Kiamat, Jual Harta Benda, hingga Setor Uang 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Sebanyak 52 warga meninggalakan kampung halamannya Ponorogo dan 'lari' ke daerah Malang.

Hal itu turut dibenarkan oleh pejabat setempat.

Pindahnya puluhan warga Ponorogo itu ke Malang, karena adanya isu kiamat.

52 warga itu adalah 16 kepala keluarga (KK) dari dua dusun yang ada di Ponorogo.

Dikutip Tribunmanado.co.id, dari Surya co.id, Kepala Desa Watu Bonang, Bowo Susetyo membenarkan ada 16 KK di dua dusun yakni Dusun Krajan dan Dusun Gulun yang pindah ke Malang untuk mengikuti pengajian.

"Yang ikut 16 KK, 14 KK di Dusun Krajan dan 2 KK di Dusun Gulun," katanya.

Tak hanya pergi secara eksodus, beberapa warga juga menjual barang berharganya seperti rumah, tanah, ternak beserta kandang.

Bahkan rumah yang mereka jual berserta dengan tanahnya itu dijual dengan harga miring.

Ya, tanah dan rumah dijual hanya Rp 20 juta, sedangkan untuk ternak dan kandangnya dijual Rp 8 juta saja.

"Rata-rata dijual 20 jutaan, untungnya yang beli tetangga atau saudaranya," kata kepala desa.

Halaman
1234
Penulis: Indry Panigoro
Editor: Indry Panigoro
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved