Cerita Para PSK Waria Terjerumus ke Prostitusi di Manado: Alasan Ekonomi hingga Kepuasan Diri

Prostitusi waria sudah ada sejak dahulu kala, bahkan keberadaan mereka sudah bukan rahasia lagi bagi masyarakat Kota Manado.

Cerita Para PSK Waria Terjerumus ke Prostitusi di Manado: Alasan Ekonomi hingga Kepuasan Diri
Tribun Lampung
Ilustrasi PSK waria 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Prostitusi waria sudah ada sejak dahulu kala, bahkan keberadaan mereka sudah bukan rahasia lagi bagi masyarakat Kota Manado.

Hampir semua masyarakat Kota Manado sudah mengetahui lokasi para PSK waria menjajakan diri mereka setiap malamnya.

Pelanggannya pun cukup beragam dari orang kaya hingga kelas menengah ke bawah.

Tak hanya orang dewasa, anak baru gede (ABG) pun doyan menggunakan jasa para waria tersebut dalam memuaskan hawa napsu mereka. Bahkan pelanggan terbanyak justru anak di bawah umur.

Banyak alasan para ABG ini memilik waria diantaranya tarif murah hingga tak bakal hamil.

Kendati termasuk penyakit masyarakat. Namun, keberadaan waria makin eksis di Kota Manado.

Mereka hampir tiap malam tampak mangkal di lokasi-lokasi tertentu.

Di antaranya, kompleks lorong Sekolah Advend Tikala, kompleks depan Bank Mandiri Jalan Dotu lolong Lasut, Kelurahan Pinaesaan, dan di kompleks Gedung President, Jalan Sarapung,  Taman Kesatuan Bangsa, dan sekitaran Pekuburan Borgo serta beberapa hotel di Tikala.

Berikut cerita sejumlah PSK Waria di Kota Manado:

1. Layani 10 Pelanggan

Halaman
1234
Penulis: Uploader 1
Editor: Aldi_Ponge
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved