Presiden Filipina Kembali Hina Komunitas Katolik  

Duterte telah beberapa kali melontarkan pernyataan yang merendahkan komunitas Gereja Katolik

Presiden Filipina Kembali Hina Komunitas Katolik  
Ted Aljibe / AFP
Presiden Filipina Rodrigo Duterte 

TRIBUNMANADO.CO.ID, FILIPINA - Presiden Filipina Rodrigo Duterte menyebut seluruh imam gereja sebagai orang bodoh karena memilih menjalani pekerjaan yang menghalangi mereka untuk menikah.

Ini adalah kesekian kali Duterte meremehkan komunitas Gereja Katolik setelah mereka mengkritik kebijakannya dalam perang melawan kejahatan narkotika. Presiden berusia 73 tahun itu mempertanyakan mengatakan beberapa pria memilih untuk menjadi imam gereja meski mengetahui bahwa hal itu akan membuat mereka tidak bisa mengencani wanita.

"Apakah ada seorang imam gereja yang cerdas? Mereka semua bodoh, jika tidak mereka tidak akan menjadi imam gereja," kata Duterte dalam pidatonya di Negros Occidental, pada Jumat (8/3/2019) pekan lalu.

"Jika Anda seorang pria, tetapi memilih untuk menjadi imam gereja, Anda akan terus memandangi semua wanita cantik yang tidak bisa Anda kencani. Ya Tuhan," tambahnya, dilansir The Philippine Star.

Duterte juga menyarankan kepada para wanita agar menjauh dari para imam gereja karena mereka juga adalah pria yang memiliki hasrat. "Para wanita harus menjauhkan diri dan tidak mendekati para imam gereja karena ketika kamu berada di dekatnya, dia hanya akan mencium aroma tubuhmu dan jika dia menyudutkanmu di gereja kami dalam masalah, dia akan merayumu."

Duterte telah beberapa kali melontarkan pernyataan yang merendahkan komunitas Gereja Katolik, terlepas dari kenyataan bahwa lebih dari 80 persen warga Filipina adalah penganuh agama Katolik.

Pada Juni tahun lalu, Duterte sempat menyebut Tuhan dengan sebutan "bodoh" dalam sebuah pidato di televisi yang membuat popularitasnya menurun. Bulan November, saat berada di kampung halamannya di Davao City, dia menyarankan warga untuk tidak pergi ke gereja dan membayar"orang-orang bodoh" itu, merujuk para rohaniawan Katolik. (*)

Editor: Charles Komaling
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved