Sebelum Tewas Tertembak di Papua, Serda Yusdin Unggah Soal Penantian Tanpa Kabar, Isinya Bikin Mewek

Sebelum akhirnya gugur dalam bertugas, Serda Yusdin dikenal sebagai sosok yang termasuk aktif dalam media sosial salah satunya Facebook.

Sebelum Tewas Tertembak di Papua, Serda Yusdin Unggah Soal Penantian Tanpa Kabar, Isinya Bikin Mewek
kolasetribunmanado.co.id/Kolase foto Facebook Serda Yusdin dan Atik Candrawaty
Kolase foto Facebook Serda Yusdin dan Atik Candrawaty 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Adanya kelompok bersenjata yang diduga ingin memperjuangkan hak kemerdekaan Papua menjadi masalah serius untuk barisan pertahanan TNI.

Hal inipun menjadikan konflik di daerah Papua masih terus terjadi dan makin memanas.

Tak jarang pasukan pertahanan kemerdekaan TNI harus mengalami konflik dengan kelompok - kelompok kriminal yang ada.

Baca: Karena Memencet Jerawat, Wajah Wanita Ini Jadi Mengerikan, Sekarang Ia Tidur di Lantai dengan Anjing

Baca: VIDEO VIRAL: Penyelamatan Korban Banjir Tol Ngawi-Madiun yang Terseret Arus, Ada 2 Balita!

Baca: Bocah 11 Tahun Disiksa Pengasuh, Dadanya Patah Diinjak, Badan Penuh Luka, Hanya Makan Nasi dan Garam

Baca: VIDEO Cara Baru Para Penjahat Bobol ATM, Uang Diambil Tanpa buat Saldo Rekening Berkurang

Seperti yang dilansir GridHot.ID dari Kompas.com Kamis (7/3/2019), kembali terjadi kontak senjata di Kabupaten Nduga Papua yang melibatkan anggota TNI dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Hal ini dibenarkan oleh Kepala Penerangan Kodam XVII Cendrawasih Kolonel M Aidi saat dikonfirmasi melalui telepon.

Namun kdikarenakan susahnya jaringan, pada saat ini Aidi masih belum mendapat kepastian konfirmasi mengenai kontak senjata yang terjadi.

Prada Laode Majid, prajurit TNI 751 RK/VJS yang mengalami luka tembak saat diserang KKB di Mapenduma, Kamis kemarin saat tiba di RSUD Mimika,setalah berhasil dievakuasi, Jumat (1/2/2019)
Prada Laode Majid, prajurit TNI 751 RK/VJS yang mengalami luka tembak saat diserang KKB di Mapenduma, Kamis kemarin saat tiba di RSUD Mimika,setalah berhasil dievakuasi, Jumat (1/2/2019) (KOMPAS.com/Irsul Panca Aditra)

"Benar adanya kontak senjata itu.

Tapi kita ketahui di sana jaringan susah.

Sampai saat ini saya juga berupaya memonitor melalui Radio SSB untuk menghimpun datanya.

nanti kalau sudah dapat informasi, saya akan rilis," terang Aidi saat dimintai keterangan Kamis (7/3/2019) malam.

Halaman
1234
Editor: Indry Panigoro
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved