Sulawesi Utara
Alfons Tilaar PNS Pemprov Tewas Dianiaya, Sempat Telepon Rekan Kerja sebelum Terbunuh
Sebelum tewas dikeroyok orang, Alfons masih semat menghubungi rekan-rekan kerjanya di Dinas Ketahanan Pangan.
Penulis: Ryo_Noor | Editor: Alexander Pattyranie
Alfons Tilaar PNS Pemprov Tewas Dianiaya, Sempat Telepon Rekan Kerja sebelum Terbunuh
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Alfons Tilaar, PNS Dinas Pangan Daerah (DPD) Pemprov Sulawesi Utara (Sulut) tewas setelah dianiaya sekelompok orang di Desa Mariri II, Bolmong, Sulut.
Para pengeroyok seorang ayah dan anak, bersama beberapa orang.
Sebelum tewas dikeroyok orang, Alfons masih semat menghubungi rekan-rekan kerjanya di Dinas Pangan Daerah.
Supardi Tongkasi, Rekan Kerja Alfons, mengatakan, almarhum sempat meneleponnya sekira pukul 19.30 Wita, Minggu (03/03/2019) beberapa jam sebelum nahas itu.
"Almarhum telepon saya, tanya soal masalah pekerjaan," kata dia.
Bahkan saat hari libur, Supardi kagum Alfons masih sempat memikirkan pekerjaan.
"Almarhum mau kirim data harga pangan ke Kementerian (Pertanian), tanya akses aplikasi untuk pengiriman," ujar Supardi.
Supardi menyarankan, kalau memang kesulitan mengirim minta tolong saja ke atasannya.
"Tapi rupanya almarhum malu dan kurang enak hati, karena kata dia sudah selalu minta tolong, jadi dia mau kerjakan sendiri saja," kata dia.
Ia juga semat menerima permohonan Alfons untuk meminta izin sehari karena ada urusan di Bolmong.
Supardi mengatakan, tak ada firasat apa-apa ketika Alfons menelepon.
Ia tinggal mendengar kabar mengejutkan esok harinya, Alfons tewas mengenaskan.
Novri Tumanduk, atasan Alfons juga mengaku mendapat telepon dari almarhum malam hari sebelum kejadian.
Tapi, Novri tak sempat mengangkat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/alfons-tilaar-pns-pemprov-tewas-dianiaya-sempat-telepon-rekan-kerja-sebelum-terbunuh.jpg)