Algojo Dudukkan 10 Militan, Begini Kekejaman ISIS

Sepuluh anggota kelompok radikal Negara Islam Irak dan Suriah (NIIS/ISIS) dieksekusi mati di trotoar, Suriah, karena keterkaitan

Algojo Dudukkan 10 Militan, Begini Kekejaman ISIS
tribun bali
ISIS 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Sepuluh anggota kelompok radikal Negara Islam Irak dan Suriah (NIIS/ISIS) dieksekusi mati di trotoar, Suriah, karena keterkaitan mereka dengan serangan bom bunuh diri di sebuah restoran di Kota Idlib pada Jumat (1/3). Para militan itu ditembak mati Tahrir al-Sham, kelompok pesaing ISIS di Suriah.

Tahrir al-Sham adalah sebuah koalisi kelompok-kelompok militan di antaranya yang terafiliasi dengan al-Qaeda dan Nusra Front. Kelompok ISIS secara nyata kehilangan teritorial kekuasaannya setelah direbut militer Suriah yang didukung Rusia, Iran dan militan syiah.

Kantor berita Ebaa melaporkan Anis al-Shami, pejabat keamanan kelompok Tahrir al-Sham, mengonfirmasi eksekusi mati dilakukan di pinggir jalan, tempat terjadinya bom bunuh diri sebagai bentuk keadilan. Eksekusi mati yang dilakukan di restoran tersebut juga ditujukan untuk mencegah militan ISIS melakukan hal serupa dan menyadarkan mereka.

Situs mirror.co.uk pada Sabtu (2/3), memberitakan sejumlah foto beredar memperlihatkan para algojo bertopeng dan berseragam melepaskan tembakan ke arah kepala 10 laki-laki militan ISIS. Para militan itu didudukkan berjajar di sebuah trotoar.

Reuters belum bisa memverifikasi secara independen laporan kantor berita Ebaa. Tahrir al-Sham, kelompok radikal terbesar di wilayah barat laut Suriah. Militan-militan kelompok itu bersenjata dan berada di penjuru kota Idlib hingga ke perbatasan Turki - Suriah.

ISIS telah mengalami kekalahan besar dengan sisa kantong pertahanan terakhir mereka di wilayah timur Suriah. ISIS menguasai teritorial Suriah dan Irak pada 2014.

Hari-hari terakhir dilaporkan, Pasukan Demokrat Suriah (SDF) yakni pejuang Suriah yang didukung pasukan Amerika Serikat (AS) meluncurkan operasi untuk membersihkan sisa-sisa pejuang ISIS dari Desa Baghouz di Suriah timur, yang dikepung. Operasi ini sempat mengalami penundaan selama berminggu-minggu yang disebabkan oleh proses evakuasi ribuan orang warga sipil.

Pasukan pimpinan Kurdi kini berupaya untuk menghancurkan ISIS di sebuah desa di Suriah, yang menjadi wilayah terakhir yang dikuasai kelompok ekstremis itu. Laporan kantor berita AFP, mereka kembali meluncurkan operasi pada Sabtu (2/3) di Baghouz di perbatasan Irak, di mana anggota ISIS tersudut.

Pejabat Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG), yang membentuk Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang didukung Amerika Serikat, mengatakan tentaranya telah melewati batas wilayah ISIS. "Serangan itu sedang berlangsung, pasukan sudah mulai memasuki kantong terakhir ISIS," kata Aram Kojeir, seorang pejabat YPG di lapangan.

"Kemajuan di lapangan terjadi pada tiga poros," lanjutnya. Dia juga menyebutkan, SDF telah mengambil kendali atas bukti yang menghadap benteng terakhir ISIS. Pantauan AFP di lapangan menunjukkan, asap hitam mengepul di atas desa tersebut dann pesawat militer terbang di langit.

Halaman
1234
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved