Proyeksi IHSG:Terangkat Keputusan BI, Begini Nasib Rupiah

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menguat. Kamis (21/2), IHSG naik 0,38% ke 6.537,77 pada perdagangan Kamis (21/2).

Proyeksi IHSG:Terangkat Keputusan BI, Begini Nasib Rupiah
kompas.com
IHSG 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menguat. Kamis (21/2), IHSG naik 0,38% ke 6.537,77 pada perdagangan Kamis (21/2). Analis memprediksi, IHSG akan melanjutkan penguatan pada hari ini.

Analis Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan berpendapat, penguatan IHSG dipengaruhi keputusan Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) mempertahankan suku bunga acuan di 6%. "Selain itu, risalah The Fed menunjukkan pandangan dovish di 2019," kata dia, kemarin.

Risalah tersebut juga menunjukkan pandangan The Fed terhadap perlambatan pertumbuhan ekonomi global dan rencana normalisasi kebijakan moneter sejumlah bank sentral.

Analis Indo Premier Sekuritas Mino menambahkan, kenaikan harga beberapa komoditas ikut mempengaruhi kinerja IHSG. Kemarin, saham sektor tambang naik paling kencang dibanding sektor lain, yakni naik 1,5%. Ini sejalan dengan kenaikan harga minyak dunia, menyusul realisasi pemangkasan volume produksi OPEC pada Januari 2019 lalu.

Mino memperkirakan, IHSG hari ini akan menguat dan bergerak di kisaran 6.500-6.570. Sementara itu, Valdy memprediksi IHSG menguat dan bergerak di kisaran 6.500-6.550

Prediksi Rupiah: Akibat Notulen FOMC

Rilis notulen rapat Federal Open Market Committee (FOMC) membuat rupiah terkoreksi. Kemarin, kurs spot rupiah melemah 0,19% ke Rp 14.071 per dollar Amerika Serikat (AS). Sementara kurs tengah rupiah Bank Indonesia (BI) turun tipis 0,01% ke Rp 14.057 per dollar AS.

Notulen rapat FOMC memberi sinyal petinggi The Fed yakin ekonomi AS diprediksi tumbuh. Analis Monex Investindo Futures Dini Nurhadi Yasyi mengatakan, hal ini membuat ekspektasi pasar terhadap tingkat suku bunga kembali naik.

"Sebenarnya The Federal Reserve masih hati-hati, tetapi pelaku pasar mulai melihat sikap optimistis terhadap perekonomian AS," kata dia, Kamis (21/2).

Namun, ekonom Samuel Sekuritas Ahmad Mikail memperkirakan, pelemahan mata uang Garuda tak berlanjut. Pasalnya, indeks purchasing manager AS diprediksi melemah dan mendorong yield obligasi AS turun. Hal ini dapat membuat kurs rupiah rebound, walau terbatas.

Halaman
1234
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved