Praktisi Digital Forensik Unima Berikan Cara Deteksi Hoaks

Praktisi Digital Forensik Unima Quido Conferti Kainde ST MM MT CHFI MOS mengatakan dalam mendeteksi hoaks, ada beberapa cara

Praktisi Digital Forensik Unima Berikan Cara Deteksi Hoaks
Istimewa
Quido Conferti Kainde ST MM MT CHFI MOS, Praktisi Digital Forensik - Dosen teknik informatika universitas negeri Manado 

TRIBUNMANADO.CO.ID-Praktisi Digital Forensik Unima Quido Conferti Kainde ST MM MT CHFI MOS mengatakan dalam mendeteksi hoaks, ada beberapa cara yang dapat kita lakukan

Pertama, Kenali Situs tersebut, teliti terlebih dahulu sejarah hingga profil situs untuk melihat track record pemberitaan apakah sering memberitakan berita positif/netral atau sebaliknya.

cek situs tersebut, dapat dilihat dari “tentang situs” apakah kredibel atau tidak. 

Kedua, Bandingkan berita dengan media lainnya. Ketiga, Cek beberapa sumber. manfaatkan search engine. misal. google untuk membandingkan benarnya suatu berita.

Baca: Berkas Tersangka Berita Hoaks Ratna Sarumpaet Tembus Kejaksaan DKI Jakarta

Keempat, Perhatikan Penulis / narasumbernya. waspadai bila berita tidak disertai dengan sumber yang jelas. 
Kelima, Perhatikan isi pemberitaannya.

Berita hoaks biasanya menyasar pada emosi dengan pemberitaan yang memuat informasi aneh. Berita umumnya tidak banyak menggunakan CapsLock dan Tanda Seru.

Keenam, Jangan Baca Setengah-setengah. Bacalah keseluruhan berita sebelum ambil kesimpulan
Ketujuh, Kenali gambar yang direkayasa. Kita bisa menggunakan metode Image Reverse. yakni menggunakan fungsi google image.

kita upload gambar yang dicurigai rekayasa dan hasilnya dapat diketahui asal muasal gambarnya.
Kedelapan, Fast-Checking. Gunakanlah situs hoax.id untuk mengidentifikasi berita hoaks. Kesembilan, Saring dulu baru sharing.

 Kenali akun asli dan palsu Pertama, Perhatikan foto profilnya. dengan metode image reverse kita bisa mengetahui kebenaran fotonya.

Kedua, Cek Timeline. Akun palsu jarang update status dan memberikan komentar. sebaliknya sering posting link-link spam dan tulis status yang kurang pantas.

Ketiga, Fotonya sedikit. Kalaupun ada, hanya foto-foto cewek seksi atau cowok ganteng.
Keempat, Cek “Tentang” akun tersebut. Info data yang dimiliki tidak lengkap dan tidak jelas/masuk akal. (dma)

Berita Populer: Siswi SMA di Manado Diperkosa Penjaga Sekolah: Korban Diancam Sebar Videonya hingga Diminta Pindah

Penulis: David_Manewus
Editor: Herviansyah
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved