Waspada Usia Muda pun Rentan Terkena Stroke, Kenali Tanda-tandanya

Anka kejadian stroke di Indonesia semakin meningkat, termasuk pada orang berusia muda

Waspada Usia Muda pun Rentan Terkena Stroke, Kenali Tanda-tandanya
NET
Ilustrasi Serangan Stroke 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Seorang pasien mengalami gejala stroke dengan wajah sebelah kiri yang agak mencong. Ia datang ke rumah sakit di sore hari. Setelah diperiksa, penyebabnya karena ada pembuluh darah otak yang tersumbat.

Dokter rumah sakit yang bertugas diberitahu bahwa gejala tersebut terjadi sejak pagi, yang berarti pasien sudah lebih dari 4,5 jam menderita sejak gejala mulai muncul. Hal itu sangat disayangkan, sebab periode emas 4,5 jam sudah berlalu.

Padahal, pada periode itu gejala stroke masih memungkinkan pasien untuk segera diberi obat. Bila penyumbatan segera ditangani dan diobati, aliran darah dapat lancar kembali dan proses pemulihan stroke bisa lebih cepat.

Kejadian itu sungguh dialami oleh salah satu pasien saraf Siloam Hospitals Lippo Village, Tangerang, seperti yang diterangkan oleh dokter Vivien Puspitasari, Sp.S. Kerenanya, Vivien menekankan penting bagi masyarakat untuk bisa menyadari tanda-tanda gejala stroke agar pasien yang bersangkutan bisa segera ke rumah sakit.

Stroke merupakan penyakit kegawatdaruratan seperti penyakit jantung. Angka kejadian stroke di Indonesia bahkan semakin meningkat, termasuk pada orang berusia yang semakin muda di bawah 50 dan 40 tahun.

Peningkatan tersebut terpapar dalam Riset Kesehatan Dasar 2018. Seiring bertambahnya usia, terlihat bahwa risiko kejadian stroke semakin besar. Melalui perbandingan data lima tahun lalu, angka stroke naik pada setiap jenjang usia.

Misalnya, kini di usia 45-54 tahun angka kejadian mencapai 14,2 per mil yang artinya pada setiap 1000 orang ada 14 orang yang terkena stroke. Pada rentang usia selanjutnya di 56-64 tahun, kejadian stroke jadi 32,4 per mil. Menurut dokter Vivien Puspitasari, penyebab peningkatan tersebut yakni faktor risiko stroke yang juga semakin banyak.

Faktor risiko yang memicu stroke antara lain diabetes, hipertensi, kolesterol tinggi, dan kebiasaan merokok sejak muda. Dampak dari pola hidup yang tidak sehat akan terasa seiring bertambahnya usia dan menimbulkan faktor risiko stroke ini.

“Faktor risiko stroke memicu adanya penyumbatan di pembuluh darah otak. Contohnya kolesterol bisa membuat penumpukan lemak dan gumpalan darah penyempitan pembuluh darah,” ujar Vivien, Senin (13/11/18).

Tak ada tanda-tanda Kejadian stroke selalu muncul mendadak, tanpa ada tanda-tanda tertentu. Bentuknya bisa berupa stroke ringan bisa pula stroke berat. Bisa disebabkan adanya penyumbatan di pembuluh darah otak, bisa juga karena adanya perdarahan akibat pembuluh darah otak yang pecah.

Halaman
12
Editor: Charles Komaling
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved