Pelindo II Segera IPO Pelabuhan Tanjung Priok

PT Pelabuhan Indonesia II (Pelindo II) berencana menjual sebagian saham anak usahanya, PT Pelabuhan Tanjung Priok, melalui penawaran

Pelindo II Segera IPO Pelabuhan Tanjung Priok
Warta Kota/henry lopulalan Ilustrasi : Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara  

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - PT Pelabuhan Indonesia II (Pelindo II) berencana menjual sebagian saham anak usahanya, PT Pelabuhan Tanjung Priok, melalui penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia.

Direktur Utama Pelindo II, Elvyn G Masassya, mengatakan porsi kepemilikan saham Pelindo II yang akan dilepas di PT Pelabuhan Tanjung Priok sebesar 30%. "Dengan target dana senilai Rp 450 miliar," kata dia, Selasa (19/2).

Rencananya, IPO Pelabuhan Tanjung Priok berlangsung pada Mei 2019. Saat ini, Pelindo II telah menunjuk joint lead underwriter. PT Pelabuhan Tanjung Priok merupakan perusahaan pengelola pelabuhan multipurpose. "Jadi mengelola seluruh pengiriman barang non-petikemas, seperti CPO, batubara, semen dan lainnya," jelas Elvyn.

Sebelumnya Pelindo II telah menjual saham dua anak usahanya lewat pasar saham, yakni PT Jasa Armada Indonesia Tbk (IPCM) dan PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC).

Tahun lalu, Pelindo II mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 9,95% year-on-year (yoy) menjadi Rp 2,43 triliun. Pencapaian itu sejalan dengan kenaikan pendapatannya yang tumbuh 4,54% menjadi Rp 11,45 triliun. Realisasi pendapatan tersebut setara dengan 92,64% dari target 2018 senilai Rp 12,36 triliun.

Elvyn bilang, semua cabang Pelindo II mencetak laba. Cabang Pelindo II menyumbang Rp 1,1 triliun. "Sementara terminal menyumbang Rp 1,3 triliun," sebut dia.

Proyeksi IHSG: Dana Asing Mulai Masuk

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali rebound pada perdagangan Rabu (20/2). IHSG menguat 0,28% ke 6.512,78. Penguatan IHSG diikuti masuknya investor asing dengan beli bersih Rp 450,27 miliar.

Analis Indo Premier Sekuritas Mino mengatakan, IHSG menguat karena optimisme investor terkait perundingan dagang antara AS-China, setelah Donald Trump mengisyaratkan akan memperpanjang deadline. "Faktor pendorong lain adalah menguatnya kurs rupiah dan naiknya harga beberapa komoditas, seperti nikel, batubara, serta sinyal akuisisi BCA," jelas dia.

Analis Binaartha Sekuritas M. Nafan Aji menambahkan, sentimen stabilitas fundamental makroekonomi domestik juga memberikan dampak positif kepercayaan investor asing.

Halaman
123
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved