Kebakaran Hutan dan Lahan di Bengkalis Sulit Dipadamkan dan Makin Melebar

Kami sangat kewalahan mematikan api saat ini, karena cuaca sangat panas

Kebakaran Hutan dan Lahan di Bengkalis Sulit Dipadamkan dan  Makin Melebar
KOMPAS.COM/IDON TANJUNG
Kebakaran hutan di Riau 

TRIBUNMANADO.CO.ID, RIAU - Hingga saat ini, api kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis, Riau masih sulit dipadamkan. Petugas berharap ada bantuan helikopter water bombing yang bisa melakukan pemadaman dari udara.

Petugas gabungan dari kepolisian, TNI, Manggala Agni, BPBD dan masyarakat peduli api (MPA), terus berupaya mematikan api, Kamis (21/2/2019).

Namun, upaya pemadaman dari darat yang hanya menggunakan beberapa unit mesin pompa air sangat sulit dilakukan, karena api berada di dalam gambut.

Apalagi, saat ini, di wilayah Kecamatan Rupat, cuaca sangat panas dan angin sangat kencang.

"Kami sangat kewalahan mematikan api saat ini, karena cuaca sangat panas. Banyak semak belukar dan gambut yang dalam, yang terbakar," kata Kapolsek Rupat AKP Masrial, saat diwawancarai Kompas.com, Kamis.

Untuk itu, dia berharap adanya bantuan pemadaman dari udara. "Kami sangat berharap bantuan water bombing. Karena pemadaman dari darat sangat sulit. Apalagi, sebagian titik api sulit untuk dijangkau," ungkap Masrial.

Hingga saat ini Tim Satgas Karhutla masih melakukan upaya pemadaman di Kelurahan Terkul, Kelurahan Pergam, dan lainnya. "Titik api sudah berkurang. Tapi, kabut asap masih sangat tebal di lahah yang terbakar, karena bergambut," sebut Masrial.

Camat Rupat, Hanafi saat dihubungi mengaku, sudah menyampaikan permintaan bantuan helikopter water bombing ke Pemerintah Kabupaten Bengkalis. "Sebelumnya sudah saya sampaikan ke BPBD Bengkalis. Kemudian dilanjutkan ke BPBD Riau untuk bantuan heli water bombing," ungkap Hanafi.

Namun, kata dia, hingga saat ini, bantuan helikopter water bombing tersebut belum datang ke lokasi untuk melakukan pemadaman.

"Pemadam dari darat sangat sulit. Jadi, harus ada bantuan water bombing. Apalagi, sekarang cuaca panas dan angin sangat kencang, sehingga petugas di lapangan kesulitan," ujar Hanafi.

Hingga saat ini, tambah dia, luas lahan yang terbakar di Kecamatan Rupat mencapai ribuan hektare. Seluruhnya tanah gambut yang mengakibatkan kabut asap. Untuk diketahui, karhutla di Kecamatan Rupat sudah hampir sebulan.

Saat ini, Pemerintah Kabupaten Bengkalis sudah menetapkan status siaga darurat karhutla. Tak hanya itu, Pemerintah Provinsi Riau juga telah menetapkan status siaga darurat karhutla hingga 31 Oktober 2019 mendatang. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kebakaran Lahan di Bengkalis Sulit Dipadamkan, Petugas Butuh Bantuan "Water Bombing"", https://regional.kompas.com/read/2019/02/21/12340181/kebakaran-lahan-di-bengkalis-sulit-dipadamkan-petugas-butuh-bantuan-water.

Editor: Charles Komaling
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved