Kapal Bermuatan 32 Pelajar Kalteng Ini Bocor dan Karam di Sungai Mentaya

Ada 32 orang pelajar dan beberapa sepeda motor yang diangkut kelotok tersebut.

Kapal Bermuatan 32 Pelajar Kalteng Ini Bocor dan Karam di Sungai Mentaya
IST/berita trans
kapal klotok karam

TRIBUNMANADO.CO.ID, SAMPIT - Sebuah kapal motor kecil atau disebut kelotok bermuatan puluhan pelajar, karam di Sungai Mentaya, Kecamatan Seranau Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, Selasa (19/2/2019), saat mengantar mereka menuju ke sekolah.

"Kejadiannya saat di perjalanan menuju sekolah. Para pelajar itu berasal dari Desa Batuah atau dulu lebih dikenal dengan Kemapit dan Tamiyangan," kata Zeky Saputra, seorang guru SMA PGRI 2 Sampit, seperti dilansir dari Antara, Selasa.

Kejadian itu terjadi Selasa pukul 06.00 WIB ketika kelotok menjemput pelajar dari Desa Batuah. Ada 32 orang pelajar dan beberapa sepeda motor yang diangkut kelotok tersebut. Seperti biasa, kelotok menjemput pelajar dan berangkat menuju sekolah. Tidak berapa lama saat di perjalanan, kelotok tersebut bocor.

Untungnya, kejadian itu cepat diketahui sehingga motoris dengan cepat mengarahkan kelotok ke pinggir sungai. Saat air makin banyak masuk ke dalam kelotok, para siswa dan siswi bergegas naik ke bantaran sungai.

Mereka basah kuyup karena harus bercebur ke sungai untuk naik ke darat sambil menenteng tas dan buku mereka di atas kepala agar tidak basah. "Alhamdulillah, semua selamat dan tidak ada yang cedera. Tidak ada yang memerlukan perawatan medis," kata Kepala SMA PGRI 2 Sampit, Rohmad Widiyanto.

Kejadian itu membuat kaget pihak sekolah ketika mendapat kabar, namun pihak sekolah merasa lega karena semua anak didik mereka korban kelotok karam itu berhasil selamat. Setelah kejadian, pihak sekolah mengizinkan pelajar korban kelotok karam itu pulang ke rumah dan tidak ikut belajar karena seragam sekolah mereka basah.

Rohmad mengatakan, anak didiknya harus berjuang untuk mengenyam pendidikan karena terbatasnya infrastruktur.

Dia berharap, kejadian yang mengancam nyawa anak didiknya tersebut tidak terulang lagi. "Kami berharap kejadian ini juga menjadi perhatian semua pemangku kepentingan. Keselamatan anak didik harus dijamin agar mereka bisa aman, nyaman dan fokus menempuh pendidikan," ujar dia. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Perahu Bermuatan Puluhan Pelajar Karam di Sungai Mentaya Kalimantan Tengah", https://regional.kompas.com/read/2019/02/19/12590711/perahu-bermuatan-puluhan-pelajar-karam-di-sungai-mentaya-kalimantan-tengah.

Editor: Charles Komaling
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved