Ditetapkan Tersangka, Joko Driyono Tidak Ditahan Saat Jalani Pemeriksaan Polisi

PLT Ketua Umum PSSI Joko Driyono alias Jokdri ternyata baru menjawab 17 dari total 32 pertanyaan yang disiapkan penyidik Satgas Antimafia Bola

Ditetapkan Tersangka, Joko Driyono Tidak Ditahan Saat Jalani Pemeriksaan Polisi
MUHAMMAD ROBBANI
Joko Driyono bergegas masuk ke dalam mobil setelah menjawab pertanyaan wartawan seusai diperiksa Satgas antimafia bola 

TRIBUNMANADO.CO.ID - PLT Ketua Umum PSSI Joko Driyono alias Jokdri ternyata baru menjawab 17 dari total 32 pertanyaan yang disiapkan penyidik Satgas Antimafia Bola.

Meski, Jokdri diperiksa selama sekitar 21 jam di Gedung Direktorat Reserse dan Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya.

Hal itu diungkapkan Ketua Tim Media Satgas Antimafia Bola yang juga Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono, di Mapolda Metro Jaya, Selasa (19/2/2019).

"Di dalam rencana penyidikan, ada 32 pertanyaan yang diagendakan dan disiapkan penyidik. Namun, setelah berjalannya waktu, penyidikan baru sampai pertanyaan ke 17, ditutup, karena permintaan Pak Jokdri," kata Argo Yuwono.

Jokdri datang memenuhi panggilan untuk diperiksa Satgas Antimafia Bola ke Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Senin (18/2/2019) sekira pukul 09.50.

Ia diperiksa sebagai tersangka kasus pencurian dan perusakan barang bukti skandal pengaturan skor bola Liga Indonesia. Jokdri bersama kuasa hukum, selesai diperiksa dan keluar Gedung Ditreskrimum Polda Metro Jaya pada Selasa (19/2/2019) pagi pukul 06.53.

"Intinya secara garis besar pertanyaan yang diajukan seperti yang saya sampaikan, bahwa yang bersangkutan ditanya seputaran menyuruh orang untuk mengamankan laptop dan dokumen lain di kantor Komdis PSSI yang dalam posisi di-police line dan dalam penguasaan penyidik. Jadi yang bersangkutan menjawabnya dalam 17 pertanyaan," papar Argo Yuwono.

Baca: Hanafi Rais Nilai Jokowi Sebarkan Hoaks saat Debat Capres

Baca: Taufik Curi iphone, Singgung Orang Miskin Nggak Pernah Naik Pesawat: Kalian Pantas Dibuang di Laut

Dalam keterangannya, kata Argo Yuwono, Jokdri mengaku menyuruh tiga orang stafnya mengamankan laptop dan dokumen yang ada.

"Alasannya diakui memang untuk menyuruh orang tersebut mengamankan barang-barang itu. Tadi pagi jam 7 Pak Jokdri sudah meninggalkan PMJ dan kembali ke rumah," jelas Argo Yuwono.

Ini artinya, tambah Argo Yuwono, tidak ada penahanan atas Jokdri.

Halaman
12
Editor: Rhendi Umar
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved