Ternyata Kapolda Sulut Irjen Pol Remigius Sigid Tri Hardjanto Pernah Bercita-cita Jadi Pastor

Saat teman tes kesehatan gugur saya bilang saya tidak akan ikut lagi karena tidak ada yang bonceng dan saya justru ingin jadi pastor

Ternyata Kapolda Sulut Irjen Pol Remigius Sigid Tri Hardjanto Pernah Bercita-cita Jadi Pastor
Istimewa
Kapolda Sulut Irjen Pol Remigius Sigid Tri Hardjanto saat bertemu dengan tokoh umat Katolik 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO-Tokoh umat Katolik mengadakan tatap muka dengan Kapolda Sulut Remigius Sigid Tri Hardjanto, Minggu (17/2/2019) malam. Dalam kesempatan itu Remigius menceritakan tentang dirinya.

"Saya lahir 1 Oktober 1964 di Muntilan. Muntilan merupakan pusat kegiatan awal Katolik di Jawa," katanya

Ia memiliki teman Romo asal Muntilan. Beberapa ada di Katedral Jakarta.

"Masuk SD dan SMP di Muntilan dan sebenarnya mau masuk seminari di Metroyudan. Waktu kecil jadi misdinar dan suka minum anggur sampai pastor orang Belanda Pastor Vendel mempertanyakan dan memeriksa mulut satu per satunya," katanya yang disambut tawa hadirin.

Baca: Kapolda Sulut Ikut Misa dengan Tokoh Awam Katolik

Lulus SMA Collose De Britto Yogyakarta (1983), ia sebenarnya tidak mau jadi polisi. Ia selalu pulang hari Sabtu ke rumah. "Lalu ada teman mau masuk Akabri. Saya ikut berbonceng tanpa mau turun ambil formulir," ujarnya.

Formulir itu dibagi-bagi. Remigius tidak mengisi. "Teman mengisi, diberi tanda tangan palsu dan diberi prangko. Dan kemudian ada balasan datang dan saya diterima," ujarnya.

Ia ditakuti temannya akan dijemput provos jika tidak lanjut. Ia lulus tes kesehatan dan administrasi dengan memboncengi sepeda motor teman teman.

"Saat teman tes kesehatan gugur saya bilang saya tidak akan ikut lagi karena tidak ada yang bonceng dan saya justru ingin jadi pastor. Tapi akhirnya saya dimotivasi terus dan sampai seleksi akhir di Magelang saya tidak sempat ke rumah," katanya.

Baca: Kapolda Sulut Sentil Kebersihan Lingkungan Kota Manado

Ia mengatakan orang tua sempat khawatir. Biasanya ia pulang seminggu sekali tapi ia sudah dua minggu tidak pulang. "Mereka datang ke kos dan ibu kos saya bilang saya ikut Akabri. Mereka kaget dan ibu saya pingsan," ujarnya.

Ia yang paling kecil dan kakak-kakaknya perempuan."Bahkan dalan buku harian yang ditemukan, saya tulis tidak ingin jadi polisi. Setelah lulus PTIK tahun 1996 dan Sespim saya jadi rektor PTIK saya tidak menyangka menjadi kapolda," ujarnya.

Sigid merupakan teman angkatan Kapolri Tito Karnavian. Tito katanya selalu rangking satu dan nilainya beda-beda tipis dengan Sigid, awalnya ditempatkan di Jakarta.

Ia ingat pernah bertugas di Polda Sulut 2008-2010. Baginya Sulut indah dan tanah diberkati.

Baca: Atensi Kapolda Sulut Dilaksanakan Polresta Manado, Kapolresta: Masyarakat Butuh Perlindungan Polisi

"Sulut tidak asing lagi. Minta doa karena menurut markplus tingkat kepuasan masyarakat terhadap Polda Sulut capai tingkat 94,7 persen, paling tinggi hampir seratus persen, jadi hampir seratus persen," katanya.

Ia menutup dengan kata Mgr Soegipranoto. "Seratus persen Katolik seratus persen Indonesia," ujarnya. (dma)

Berita Populer: EKSKLUSIF Pengakuan Lengkap Prof Winda & Penjelasan Dekan FMIPA Prof Benny Soal Pernikahan dengan VL

Penulis: David_Manewus
Editor: Herviansyah
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved