Polisi Ungkap Alasan Seorang Santri Dikeroyok 17 Rekannya hingga Tewas

Aksi pengeroyokan santri ini diketahui oleh pihak asrama hingga akhirnya korban dilarikan ke RSUD Padang Panjang.

Polisi Ungkap Alasan Seorang Santri Dikeroyok 17 Rekannya hingga Tewas
Kompas.com
Ilustrasi pengeroyokan. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, PADANG PANJANG - Kepala Reserse Satuan Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Padang Panjang Iptu Kalbert Jonaidi akhirnya mengungkap alasan pengeroyokan dilakukan oleh 17 orang santri pengeroyokan terhadap santri RA (18) di asrama putra Pondok Pesantren Nurul Ikhlas, Kabupaten Tanah Datar.

Menurut keterangan para tersangka kepada polisi, pengeroyokan dilakukan karena korban dituding suka mencuri.

Alasan para pelaku, mereka tidak senang dengan sikap korban yang kerap mencuri barang-barang milik temannya seperti ponsel, speaker, dan barang-barang lainnya.

"Pelaku marah kepada korban karena sudah sering mencuri. Meskipun sudah mengakui kesalahan dan minta maaf, korban tetap saja mencuri," ucap Kalbert, Jumat (15/2/2019).

Pada Senin (11/2/2019) dini hari, aksi pengeroyokan santri ini diketahui oleh pihak asrama hingga akhirnya korban dilarikan ke RSUD Padang Panjang. Kemudian, korban dirujuk lagi ke RSUP M Djamil Padang pada hari yang sama.

"Kami menemukan barang bukti berupa sepatu boat dan tangkai sapu yang patah, diduga digunakan untuk melakukan kekerasan terhadap korban," ucap Kalbert.

Setelah tak sadarkan diri selama sembilan hari, akhirnya korban mengembuskan nafas terakhir pada Senin (18/2/2019) sekitar pukul 06.22 WIB. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Santri yang Dikeroyok 17 Temannya di Tanah Datar Meninggal, Ini Kronologinya", https://regional.kompas.com/read/2019/02/18/14484321/santri-yang-dikeroyok-17-temannya-di-tanah-datar-meninggal-ini-kronologinya.

Editor: Charles Komaling
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved