Chelsea vs Man United: Misi Trofi Terakhir Solskjaer

Laga babak kelima Piala FA melawan Chelsea akan menjadi laga berat sekaligus tantangan bagi Manchester United (MU). Tidak hanya mental

Chelsea vs Man United:  Misi Trofi Terakhir Solskjaer
twitter @ChelseaFC
Selebrasi para pemain Chelsea usai mengalahkan lawannya Sheffield Wednesday dengan skor 3-0 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Laga babak kelima Piala FA melawan Chelsea akan menjadi laga berat sekaligus tantangan bagi Manchester United (MU). Tidak hanya mental yang sedang terpukul karena kekalahan menyakitkan dari 0-2 dari Paris Saint Germain (PSG) di Liga Champions, Iblis Merah juga harus tampil tanpa Jesse Lingard dan Anthony Martial.

Sebelum laga melawan PSG, bisa dikatakan mental pemain MU tengah berlipat ganda. Bagaimana tidak, mereka mampu memenangi 10 dari 11 laga di bawah komando Solskjaer, termasuk menggasak Arsenal dan Tottenham Hotspurs. Namun kekalahan dari PSG itu kemudian seperti menjadi pukulan telak. Bermain di kandang sendiri di Old Trafford, dan diunggulkan karena PSG tak diperkuat Edinson Cavani dan Neymar, MU justru tumbang dua gol tanpa balas.

Analisa atas kekalahan tersebut memang beragam. Bisa karena Solkjaer salah strategi karena membiarkan PSG menguasai lini tengah, atau juga karena strategi MU tak berjalan karena lini depan kehilangan kecepatan dan determinasi, pascacedera Martial dan Lingard di babak kedua. Namun yang pasti, kekalahan itu mengganggu kepercayaan diri MU.

Kekalahan itu juga membuat kans MU lolos ke babak 8 besar Liga Champions menjadi sangat berat karena mereka harus menang dengan selisih tiga  gol di Parc des Princes. Kini peluang MU mengangkat trofi juara musim ini pun sepertinya tinggal tersisa di Piala FA.

Di Liga Inggris, meski saat sudah kembali masuk peringkat empat besar, peluang menjadi juara terasa mustahil karena jarak dengan tiga tim di atas mereka, yaitu Manchester City, Liverpool, dan Tottenham Hotspur yang terbilang jauh, tim di posisi tiga besar itu juga tampil konsisten musim ini. Karena itulah, menjuarai Piala FA menjadi misi yang kini diusung Solksjaer sebagai manajer interim.

Menurut bek MU, Chris Smalling, timnya akan berjuang sekuat tenaga menjuarai Piala FA musim ini sekaligus mengakhiri puasa gelar yang sudah berlangsung sejak musim lalu. ”Tahun ini kami akan memastikan kami akan memenangkan trofi juara,” kata Smalling kepada MUTV.

Namun misi itu tentu saja tidak mudah, karena mereka akan menghadapi Chelsea di Stadion Stamford Bridge, Selasa (19/2) dinihari. Ini adalah ulangan final edisi sebelumnya. Di final kompetisi ini musim lalu, Chelsea besutan Antonio Conte mengalahkan MU racikan Jose Mourinho 1-0 lewat gol penalti Eden Hazard dan keluar sebagai juara.

Sebagai pelatih, Solksjaer tentu tak mau timnya mengulangi kekalahan tersebut. Ia pun menyebut laga melawan Chelsea adalah saat yang tepat untuk melupakan kekalahan memalukan dari PSG. ”Saya benci kekalahan, begitu pula dengan para pemain,” tutur Solskjaer, seperti dilansir dari laman Football 365. ”Mereka terpukul, tetapi tak ada gunanya lagi memikirkannya. Ke depan, ada laga-laga besar dan kami harus bangkit,” ucap pria asal Norwegia itu menambahkan.

Di sisi lain, tim tuan rumah tetap waspada meski lawannya baru mengalami kekalahan di Liga Champions. Menurut David Luiz, pergantian manajer telah mengubah permainan Paul Pogba menjadi lebih berbahaya. ”Bahkan sebelum mereka [dilatih Solskjaer], tim tersebut sudah hebat dengan manajer hebat, Jose Mourinho.

Ketika [terjadi pergantian manajer] menjadi Solskjaer, tim tampil luar biasa karena dia pelatih yang hebat dan juga dia memiliki pemain-pemain hebat. MU telah memiliki tim yang sama sejak lama, mereka kini memahami filosofi [United] dan mencoba menikmatinya,” kata Luiz seperti dikutip laman resmi Chelsea.

Kendati demikian, bek berkebangsaan Brasil itu tetap yakin timnya akan mampu mengatasi perlawanan Iblis Merah. Keyakinan itu memiliki alasan. Chelsea akan bermain di Stadion Stamford Bridge. Di kandang Chelsea ini, MU terbukti susah untuk menang. Dari 22 lawatan terakhir mereka, MU hanya bisa menang dua kali saja. Catatan di laga Piala FA lebih tidak mengenakkan lagi. Dalam empat pertemuan terakhir dengan Chelsea di ajang Piala FA, MU selalu kalah dan tersingkir, termasuk saat menyerah 0-1 di partai final Piala FA musim lalu.

Kondisi mental Chelsea sebenarnya juga tidak sedang bagus. Para pemain asuhan Maurizio Sarri ini juga sedang hancur usai dibantai Manchester City dengan 6 gol tanpa balas. Sekalipun kemudian mereka mulai bangkit tengah pekan ini, saat menang 1-2 atas Malmo di babak 16 besar Liga Europa alias 'Liga Malam Jumat'.

Tapi kondisi Chelsea tentu tidak berarti akan memudahkan MU untuk memenangi pertandingan ini. MU juga harus berhadapan dengan masalah cedera pemain kunci. Anthony Martial dan Jesse Lingard dipastikan harus menyingkir sekitar tiga pekan  dari bangku cadangan. Selama MU bangkit bersama Solkjaer, peran dua pemain ini sangat vital. Dengan kecepatannya, Lingard menjadi anjing gila yang selalu menekan aliran bola dari bek ke lapangan tengah. Begitu juga dengan Martial. Kecepatan pemain asal Prancis ini membuat lini belakang lawan tidak bisa leluasa masuk ke area pertahanan MU.

Meski masih memiliki Alexis Sanchez dan Romelo Lukaku di lini depan, namun gaya permainan keduanya sangat berbeda. Ini sangat terlihat saat keduanya dimasukkan menggantikan Martial dan Lingard di pertandingan melawan PSG.

Dengan absennya Martial dan Lingard, bisa saja Solkjaer akan mencoba strategi baru. Terutama dalam menjaga penguasaan bola di lini tengah. Ketiadaan Martial dan Lingard terbukti mengganggu kinerja Pogba, Herrera dan Matic. Mereka menjadi rapuh dan mudah diacak-acak dengan kecepatan barisan penyerang lawan. (tribunnews/dod)

Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved