PSI Sebut Indomatrik Lembaga Survei Abal-abal untuk Menyenangkan Kubu Prabowo-Sandiaga

Lembaga survei Indomatrik merilis hasil elektabilitas capres hingga akhir Januari 2019. Hasilnya, elektabilitas capres Prabowo Subianto

PSI Sebut Indomatrik Lembaga Survei Abal-abal untuk Menyenangkan Kubu Prabowo-Sandiaga
Serambi Indonesia
Mohamad Guntur Romli 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Lembaga survei Indomatrik merilis hasil elektabilitas capres hingga akhir Januari 2019. Hasilnya, elektabilitas capres Prabowo Subianto mendekati capres petahana Joko Widodo (Jokowi).

Juru Bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Mohamad Guntur Romli mengatakan hasil survei Indomatrik tidak bisa dipercaya  alias survei abal-abal yang tujuannya untuk menyenangkan kubu Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.

"Indomatrik terkait lembaga survei abal-abal Puskaptis yang pada tahun 2014 memenangkan pasangan Prabowo Hatta, sampai Prabowo Hatta cium aspalan sebagai tanda syukur ternyata hasilnya Quick Count Puskaptis hoax, Direktur Riset Indomatrik sebelum ini, Husin Yazid adalah ketua lembaga Puskaptis dulu, tapi menjelang Pilpres Husin Yazin diganti nama lain, sandiwara ini" kata Guntur Romli yang juga Caleg DPR RI PSI untuk Jatim III Situbondo Bondowoso Banyuwangi.

Dari catatan berita Husin Yazid dikeluarkan dari Perhimpunan Survei Opini Publik Indonesia (Persepi) karena tidak bisa mempertanggungjawabkan hasil Quick Count yang memenangkan Prabowo Hatta.

"Tinggal googling saja 'Husin Yazin Puskaptis 2014' kita akan tahu rekam jejak orang ini, ingat kata pepatah 'Sekali lancung ke ujian, seumur hidup orang tak percaya', sekali berbohong apalagi berbohong ke seluruh rakyat Indonesia maka tidak akan pernah dipercaya lagi, apalagi cuma ganti kulit dari Puskaptis ke Indomatrik<" jelas Guntur Romli yang dikenal sebagai aktivis muda NU. (*)

Editor: Aldi_Ponge
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved