Gara-gara Pendaki Buang Sampah Sembarangan, Cina Tutup Basecamp Pendakian Everest

Dalam tiga operasi pembersihan musim semi lalu telah mengumpulkan delapan ton limbah, termasuk kotoran manusia

Gara-gara Pendaki Buang Sampah Sembarangan, Cina Tutup Basecamp Pendakian Everest
rockandice.com
Pendaki Gunung Everest 

TRIBUNMANADO.CO.ID, TIBET - Untuk mengatasi limbah yang dibuang para pendaki,
Cina telah menutup pangkalan pendakian atau base camp Gunung Everest untuk pengunjung yang tidak memiliki izin pendakian.

Dilansir dari BBC, Para turis hanya bisa mendaki hingga sebuah biara yang berada sedikit di bawah ketinggian pangkalan pendakian di level 5.200 meter dari permukaan air laut.

Gunung dengan puncak tertinggi di dunia ini lama bergelut dengan meningkatnya kadar sampah selama beberapa tahun terakhir, karena jumlah pengunjung yang meningkat.

Wisatawan biasa hanya diperbolehkan mendaki hingga Biara Rongbuk, yang berjarak sekitar 5.000 meter di atas permukaan laut, menurut kantor berita pemerintah China, Xinhua.

Sementara, pendaki gunung yang memiliki izin untuk mendaki hingga puncak di ketinggian 8.848 meter di atas permukaan laut, masih akan diizinkan untuk melintasi pangkalan pendakian yang lebih tinggi.

Pada bulan Januari, pihak berwenang mengumumkan bahwa mereka akan membatasi jumlah izin pendakian setiap tahun hingga 300 pendaki saja.

Di media sosial Cina, klaim telah menyebar dalam beberapa hari terakhir bahwa pangkalan pendakian Everest ini akan ditutup secara permanen untuk turis - tetapi Xinhua mengutip pejabat yang menyangkal hal itu.

Disebutkan bahwa tiga operasi pembersihan pada musim semi lalu telah mengumpulkan delapan ton limbah, termasuk kotoran manusia dan peralatan pendaki gunung yang ditinggalkan.

Upaya pembersihan tahun ini juga akan mencoba untuk memindahkan mayat pendaki gunung yang telah meninggal di lokasi yang acap kali disebut sebagai zona kematian - yang terletak di atas 8.000 m, di mana udaranya terlalu tipis untuk menopang kehidupan dalam waktu lama. (*)

Editor: Charles Komaling
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved