Dokter Penyembuh 40 Ribu Orang Jadi Utusan Presiden Dampingi Ani Yudhoyono
Istri mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Ibu Ani Yudhoyono dikabarkan sakit kanker darah.Bagaimana kondisinya terkini?
TRIBUNMANADO.CO.ID-Istri mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Ibu Ani Yudhoyono dikabarkan sakit kanker darah.Bagaimana kondisinya terkini?
Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengucapkan terima kasih kepada Presiden Jokowi yang telah mengirim dokter kepresidenan untuk merawat Ibu Ani Yudhoyono yang menderita kanker darah di Singapura.
Presiden Jokowi diketahui mengirimkan Dokter Kepresidenan, Terawan Agus Putranto, ke Singapura untuk membantu ibu Ani Yudhoyono
"Pada kesempatan ini juga, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Presiden Jokowi dan pemerintah, utamanya Tim Dokter Kepresidenan atas perhatian dan bantuan yang diberikan dalam pengobatan Ibu
Ani," ucap SBY
Dilansir Grid.ID dari laman Kompas TV, Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko menyebut Presiden Jokowi telah memerintahkan dokter kepresidenan, salah satunya Terawan Agus Putranto ke Singapura.
"Saya kemarin sudah ketemu dr Terawan, Kepala RSPAD, beliau langsung berangkat kemarin siang ke Singapura,"ucap Moeldoko, Kepala Staf Kepresidenan saat ditemui wartawan di Istana Negara Jakarta, Rabu (13/2/2019).
Dilansir Grid.ID dari berbagai sumber, berikut ini 5 fakta dokter kepresidenan sekaligus Kepala RSPAD Gatot Soebroto, Terawan Agus Putranto.
1. Dr Terawan Pernah Trending Topic
Nama dokter Terawan pernah trending topic di Google karena sempat dianggap telah melanggar kode etik dengan metode "cuci otak".
Hal ini membuat Ketua Dewan Pembina Partai Golkar, Aburizal Bakrie, menyerukan upaya penyelamatan dokter Terawan di akun Instagramnya.
Abrizal Bakrie mengungkap metode yang digunakan dokter Terawan sudah menolong dan terbukti mampu mencegah maupun mengobati ribuan penderita stroke.
Hal itulah yang kemudian membuat nama dokter Terawan menjadi trending topic di Google.
2. Sembuhkan 40 Ribu Orang dengan Metode "Cuci Otak"
Kemampuan dokter Terawan mencuci otak demi kesembuhan pasien menuai kontroversi.