378 Warga Sulut Tewas di Jalan Sepanjang 2018, Didominasi Kaum Milenial Usia Produktif

Total di Sulut sepanjang 2018 ada 378 warga meninggal lakalantas. Untuk Manado ada 50 korban meningal dunia, tiga luka berat dan 1.118 luka ringan

378 Warga Sulut Tewas di Jalan Sepanjang 2018, Didominasi Kaum Milenial Usia Produktif
Tribun manado / Christian Wayongkere
Wadirlantas Polda Sulut AKBP Deden Supriyatna Imhar SIK 

378 Warga Manado Tewas di Jalan Sepanjang 2018, Didominasi Kaum Milenial Usia Produktif

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Wadirlantas Polda Sulut AKBP Deden Supriyatna Imhar SIK menjelaskan, dasar pelaksanaan kampanye keselamatan berlalu lintas yang dikemas dalam even Millenial Road Safty Festival (MRSF) ada enam, satu di antaranya pernyataan WHO-PBB.

Pernyataan itu berdasar dari hasil penelitian yang dilakukan World Health Organization (WHO) terkait dengan korban kecelakaan lalu lintas menjadi satu di antara penyumbang terbanyak kematian.

Lewat data yang dirilis WHO, angka kematian global akibat kecelakaan saat ini mencapai 1,24 juta per tahun, dan India menduduki peringkat pertama penyumbang kematian akibat kecelakaan.

Baca: Ini Solusi Komunitas Scooter Manado untuk Tekan Kecelakaan Lalu Lintas

Baca: Foto-foto Pemakaman Marcelino Mongi, Korban Kecelakaan di Kairagi, Disemayamkan di SMA Eben Heazar

Baca: Sebelum Dimakamkan, Korban Kecelakaan Maut Kairagi Marcelino Mongi Disemayamkan di Sekolahnya

Sedangkan Indonesia urutan ke lima, namun menjadi urutan pertama terkait dengan peningkatan angka kecelakaan menurut data global status report on road safety yang dikeluarkan WHO.

Dijelaskannya generasi Millenial di Indonesia kini telah mencapai 90 juta orang, berdasarkan data Bappenas 2018. Mereka cenderung memiliki karakteristik yang dinamis, individual dan tidak begitu menyukai aturan.

"55,6 persen kecelakaan lalu lintas di Indonesia berasal dari kaum muda data dari BPS. Tahun 2018 BPS mencatat kecelakaan di Indonesia mencapai 105,374 kasus pada tahun 2017 dengan fakta kecelakaan di dominasi oleh kaum muda yang masih produktif yaitu 55,6 persen secara spesifik 28,12 persen korban berasal dari kalangan pelajar dan mahasiswa," terang Deden kepada wartawan, Kamis (14/2/2019).

Adapun data kecelakaan dan korban kecelakaan 2018 di wilayah Polda Sulut, mencakup 9 kota kabupaten.

Di Kota Manado ada 50 korban meningal dunia, tiga luka berat dan 1.118 luka ringan dengan nilai kerugian Rp 497.200.000 (lihat grafis). Total di Sulut sepanjang 2018 ada 378 warga meninggal lakalantas

Data Kecelakaan Tahun 2018 Kejadian dan Korban Kecelakaan:

1. Polresta Manado jumlah laka 822, MD 50, LB 3, LR 1.118 kerugian material kendaraan Rp 497.200.000
2. Polres Minahasa jumlah laka 124, MD 25, LB 55, LR 110 kerugian material kendaran Rp 364.600.000
3. Polres Bitung jumlah laka 146, MD 32, LB 32, LR 191 kerugian material kendaraan Rp 401.950.000
4. Polres Sangihe jumlah laka 29, MD 11, LB 22, LR 23 nilai kerugian material kendaraan Rp 91.650.000
5. Polres Kotamobagu jumlah laka 410, MD 117, LB 76, LR 664 nilai kerugian material kendaraan Rp 1.441.600.000
6. Talaud jumlah laka 27, MD 5, LB 24, LR 30 nilai kerugian material kendaraan Rp 148.400.000
7. Minut jumlah laka 147, MD 59, LB 45, LR 128 nilai kerugian material kendaraan Rp 584.400.000
8. Minsel jumlah laka 157, MD 43, LB 39, LR 187 nilai kerugian material kendaraan Rp 586.600.500
9. Tomohon jumlah laka 256, MD 36, LB 12, LR 425 nilai kerugian material kendaraan Rp 1.130.800.000

*) MD: Meninggal Dunia,
LB: Luka Berat
LR: Luka Ringan

*) Sumber: Dit Lantas Polda Sulut

Penulis: Christian_Wayongkere
Editor: David_Kusuma
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved