Politisi: Partai Kami Tidak Intervensi Impor Beras

Dugaan adanya permainan mafia di balik impor beras terus bergulir. Anggota DPR RI Firman Soebagyo terang-terangan

Politisi: Partai Kami Tidak Intervensi Impor Beras
Bulog.co.id
Beras Bulog 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Dugaan adanya permainan mafia di balik impor beras terus bergulir. Anggota DPR RI Firman Soebagyo terang-terangan mengatakan, kebijakan mendatangkan pangan dari luar, selalu terjadi menjelang pesta demokrasi, Pemilu. Walau tidak menyebut nama mafia yang dimaksud, Mantan Kepala Bulog Rizal Ramli menyebut ada keterlibatan oknum pejabat.

Saat ini, pejabat yang menangani perdagangan termasuk mengimpor beras adalah Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita. Ia berasal dari Partai Nasdem. Namun kemungkinan ini ditepis Ketua DPP NasDem, Taufik Basari.

Menurut Taufik, partainya sama sekali tidak pernah bermain masalah impor pangan meski kader mereka, Enggartiasto Lukita merupakan menteri perdagangan. "Tidak. Tidak ada itu. Dari awal (partai) kami tidak pernah intervensi masalah impor," kata Taufik kepada Tribun Network, Senin (11/2).

Taufik menjelaskan kebijakan mengenai impor pangan, merupakan hasil dari rapat elemen pemerintah yang dipimpin Menko Perekonomian Darmin Nasution. Bukan diputuskan secara perorangan.

Bila ada pihak-pihak yang secara sengaja menuduh Partai NasDem memiliki andil besar dalam impor pangan, merupakan fitnah yang sangat keji. "Bagi kami, itu fitnah yang sangat keji. Jika benar, keluarkan datanya. Jangan hanya bicara tanpa bukti," ujar Taufik.

Pendanaan partai, ungkap dia, berasal dari urunan anggota di setiap tingkatan masing-masing. Bahkan, dari DPP tidak ada dana yang mengalir ke pengurus di daerah. Khusus untuk pileg dan pilpres, Taufik menyebut, dana bantuan hanya untuk alat peraga kampanye (APK). "Intinya, kami menegaskan tidak ada sama sekali intervensi soal impor," imbuh dia.

Terpisah, Ketua Komisi IV DPR RI, Edhy Prabowo yang juga merupakan wakil ketua umum Gerindra meminta agar pemerintah tidak jalan sendiri-sendiri mengenai impor pangan. Setiap kementerian yang terkait, baik kementerian perdagangan, kementerian pertanian, kementerian perindustrian dan Bulog harus kompak membenahi hal tersebut.

Baginya, pemerintah hari ini jangan sampai saling mempertanyakan mengenai ketersediaan pangan di bawah. "Ya jangan jalan masing-masing dong. Selesaikan di dalam dan tidak perlu lagi tanya-tanya di bawah," kata Edhy saat ditemui di Gedung DPR, Jakarta, Senin .

Menurutnya, impor yang dilakukan pemerintah belakangan ini, tidak juga menyelesaikan masalah harga pangan di pasar. Ia mencontohkan, impor garam tahun lalu, tidak memiliki efek besar terhadap harga garam di pasaran. Apalagi, Indonesia memiliki produksi garam untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

"Impor garam misalnya, apa pengaruh terhadap harga? Kan enggak. Itu juga kenapa bisa langsung dibuka banyak? Kenapa tidak bertahap? Ini kan jadi pertanyaan juga," katanya.

Halaman
123
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved