Lakalantas Vs Millenial Road Safety Festival 2019

Di mana-mana di wilayah negara kita, kalangan mileniallah yang paling banyak beradu nyawa di jalanan.

Lakalantas Vs Millenial Road Safety Festival 2019
TRIBUN MANADO/FERDINAND RANTI
Ilustrasi lakalantas 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Di tengah upaya Kepolisian Republik Indonesia memupus angka kecelakaan lalu lintas di kalangan generasi muda lewat kampanye Millenial Road Safety Festival (MRSF) 2019, seorang pelajar berusia 18 tahun di Kota Manado tewas kecelakaan lalu lintas di Jalan AA Maramis, Minggu, 10 Februari 2019.

Peristiwa ini mengingatkan lagi pada peristiwa kecelakaan lalu lintas lainnya di jalur Kairagi dengan korban yang masih berusia muda, masih 17 tahun. Pada 15 September 2015 silam, seorang pelajar juga tewas setelah mobil yang dia kendarai menabrak taman median dan akhirnya membentur beton di sisi jalur yang berlawanan.

Mungkinkah peristiwa-peristiwa ini akan semakin menyadarkan kaum muda perihal keselamatan berlalu lintas?

Bila banyak orang yang mengatakan bahwa peristiwa itu sudah menjadi takdirnya, maka kampanye MRSF sudah sampai pada titik kejatuhannya. Dengan kata lain, bila semua orang beranggapan bahwa kecelakaan lalu lintas tersebut memang sudah menjadi ‘jalannya’, maka tidak perlu lagi kita pakai helm atau sabuk pengaman saat berkendara.

Baca: 9 Kecelakaan di Jalur Maut Kairagi: 2 Korban Siswa Eben Haezar, Ada Terekam CCTV

Baca: Lakalantas Maut di Kairagi, Keluarga Nyaris Pingsan saat Lihat Jenazah Benny dan Trully

Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian menggagas MRSF ini sebagai bentuk keprihatinan terhadap angka lalu lintas yang banyak mengorbankan, termasuk korban nyawa, para orang muda, mereka yang masuk dalam kalangan produktif.

Tak sedikit di antara kalangan ini ingin pamer kemampuan tapi melakukannya tanpa mengindahkan peraturan: helm tak dipakai – ada juga yang memakai, tapi tidak menguncinya – hanya digantung, kaca spion tak dipasang, main gadget sementara berkendara, hingga belum matang atau cukup usia untuk berkendara.

Di mana-mana di wilayah negara kita, kalangan mileniallah yang paling banyak beradu nyawa di jalanan. Pengendara sangat didominasi oleh kalangan ini, sehingga tak heran bila potensi kecelakaan itu juga lebih banyak di kalangan ini.

Polri, melalui Korps Lalu Lintas dan jajarannya hingga ke daerah, ingin menyadarkan potensi tersebut. Semua harus disadarkan, terutama mereka yang tak lama lagi beroleh izin mengendarai. Maka tak heran, polisi-polisi kita rajin mendatangi sekolah-sekolah untuk menyampaikan langsung kegiatan MRSF sekaligus sosialisasi keselamatan berlalu lintas.

Baca: Polresta Manado Sosialisasi Millenial Road Safety Festival di SMA Katolik St. Thomas Aquino Manado

Baca: RESMI! Pakai GPS Online di Ponsel saat Berkendara Kena Denda Tilang atau Kurungan Penjara

Butuh kerja keras untuk menggelar kegiatan ini, tapi butuh kerja lebih keras lagi untuk membangun kesadaran bersama agar berhati-hati dalam berkendara. MRSF akan hilang dalam satu hari puncak pelaksanaannya, tapi tujuan utama pelaksanaannya harus terus melekat di dalam diri kalangan milenial.

Kita berharap ajang MRSF akan lebih ampuh untuk membangun kesadaran dan membentuk sikap aman berkendara ketimbang peristiwa-peristiwa traumatik mengerikan di jalan raya. Artinya, kecelakaan lalu lintas tersebut memang harus menjadi pelajaran, tapi kita jangan menunggu peristiwa-peristiwa serupa terjadi lagi untuk menciptakan kesadaran itu.

Maka itu, MRSF jangan sampai berhenti pada seremoni, ajang, kegiatan, melainkan menghadirkan budaya baru untuk patuh pada aturan berlalu lintas. Kita berharap bapak-bapak polisi tidak bosan menyampaikan hal ini. (*)

Editor: maximus conterius
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved