Karyawan Bank Didorong Investasi Saham

Bursa Efek Indonesia (BEI) masih punya pekerjaan rumah besar, yakni memperkuat basis investor lokal.

Karyawan Bank Didorong Investasi Saham
kontan
Saham di Bursa Efek Indonesia 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) masih punya pekerjaan rumah besar, yakni memperkuat basis investor lokal. Untuk itu, salah satu strategi BEI adalah membidik peningkatan investor saham dari karyawan perbankan. BEI berambisi, ini dapat mendongkrak single investor identification (SID) menembus 1 juta akun di tahun ini.

Kepemilikan saham oleh karyawan bank bisa didapatkan melalui remunerasi. Aturan ini diatur dalam Peraturan OJK nomor 45/POJK.03/2015 tentang Penerapan Tata Kelola Dalam Pemberian Remunerasi Bagi Bank Umum.

Dalam Pasal 17 ayat 2 disebutkan, bank berstatus terbuka wajib memberikan remunerasi dalam bentuk saham atau instrumen yang berbasis saham yang diterbitkan bank yang bersangkutan.

Nah, melihat besarnya jumlah karyawan bank, BEI yakin potensi itu terbuka lebar. "Dari bank kategori BUKU 4 saja, mungkin bisa mencapai 500.000-an karyawan," kata Direktur Pengembangan BEI Hasan Fawzi, Jumat (8/2).
Bank BUKU 4 ini terdiri atas lima bank terbesar Indonesia, yaitu PT Bank Mandiri Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI), PT Bank Central Asia Tbk (BCA), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI), dan PT Bank CIMB Niaga Tbk.

Aturan ini sejatinya telah berlaku untuk bank asing dan besar (BUKU 3 dan 4) sejak 1 Januari 2016. Untuk bank menengah-kecil (BUKU 2 dan 1) berlaku sejak 1 Januari 2017.

Catatan BEI, ada 852.000 SID pada 2018, dan naik menjadi 875.000 SID pada akhir Januari lalu. Karena itu, Hasan yakin bisa mencapai lebih dari 1 juta SID pada tahun ini.

Menurut Hasan, rekor pertumbuhan SID tertinggi bersumber dari BRI, Bukopin, dan BNI. Tahun ini, BEI mendorong bank lain seperti BCA, Bank Mandiri, dan BTN. 

Mitra Niaga Daftarkan Sukuk

PT Mitra Niaga Madani mendaftarkan instrumen surat utang berbasis syariah atau sukuk wakalah pada Jumat (8/2) melalui penitipan kolektif di Kustodian Sentra Efek Indonesia.

Berdasarkan keterangan KSEI yang diterima Kontan.co.id, instrumen tersebut diberi nama Sukuk Wakalah I PT Mitra Niaga Madani Seri A.

Halaman
1234
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved