Fadli Tuding Jokowi Cari Simpati Rakyat: Begini Penjelasan Moeldoko soal BBM

Pemerintah melalui PT Pertamina (Persero) menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis non-subsidi.

Fadli Tuding Jokowi Cari Simpati Rakyat: Begini Penjelasan Moeldoko soal BBM
Tribunwow
Jokowi dan Fadli Zon 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Pemerintah melalui PT Pertamina (Persero) menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis non-subsidi. Penyesuaian harga BBM jadi murah ini juga bervariasi mulai Rp 50 sampai Rp 800 per liter. baru sehari harga BBM turun, Wakil Ketua DPR Fadli Zon spontan bereaksi.

Fadli menuding Presiden Joko Widodo ingin mencari simpati masyarakat dengan menurunkan harga sejumlah varian Bahan Bakar Minyak (BBM). Pasalnya penurunan harga tersebut dilakukan menjelang Pemilu Presiden 2019.

Untuk wilayah Jakarta, harga Pertamax Turbo disesuaikan dari Rp 12.000 menjadi Rp 11.200 per liter , turun Rp 800 per liter. Pertamax disesuaikan dari Rp 10.200 menjadi Rp 9.850 per liter, turun 350 per liter.   Dexlite disesuaikan dari Rp 10.300 menjadi Rp 10.200 per liter, turun Rp 100 per liter.  Dex disesuaikan dari Rp 11.750 menjadi Rp 11.700 per liter, turun Rp 50 per liter. Adapun harga Pertalite tetap Rp 7.650 per liter.

"Ya, saya kira biasa, mau mencari simpati dengan menurunkan harga," kata Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, (11/2).

Namun menurut Fadli penurunan sejumlah jenis BBM itu tidak akan berdampak signifikan terhadap perekonomian masyarakat. Karena sebelum penurunan harga BBM, harga sejumlah kebutuhan pokok masyarakat mengalami kenaikan berkali-kali.

"Tidak signifikan sekali ya, tidak mengurangi daya beli masyarakat yang sudah terlanjur jatuh. Jadi sekali lagi, ya ini saya kira bagian dari upaya mencari simpati aja," katanya.

Menanggapi kritik Fadli tentang kenaikan harga BBM oleh pemerintahan Jokowi, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menyindir mereka yang mengaitkan dua hal tersebut. Menurutnya, kebijakan Presiden Joko Widodo itu semata demi pemerataan ekonomi, pembangunan sosial di masyarakat. Mereka salah bila menilai tersebut berkaitan dengan kepentingan pesta demokrasi, dimana Jokowi bertindak sebagai calon petahana.

"Langkah benar saja dikoreksi jadi negatif. Jangan kita menistakan teman-teman kita di pedalaman. Karena ketidakseimbangan. Sekarang presiden bekerja untuk itu, (malah) dikoreksi untuk kepentingan pemilu. Tidak, presiden bekerja untuk pemerataan ekonomi, pembangunan, sosial," ungkap Moeldoko di Jakarta.

Pertamina mengumumkan penurunan harga BBM non-subsidi yakni Pertamax Turbo, Pertamax, Dex, dan Dexlite per Minggu (10/2). Penurunan harga dilakukan menanggapi tren menurunnya harga minyak mentah dunia dan penguatan Rupiah terhadap Dolar Amerika.

Direktur Pemasaran Retail PT Pertamina (Persero) Mas'ud Khamid menjelaskan sesuai ketentuan Pemerintah, sebagai badan usaha hilir Migas Pertamina tunduk pada mekanisme penentuan harga dengan mempertimbangkan dua faktor utama, yakni harga minyak mentah dan nilai tukar rupiah.

Halaman
123
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved