Direktur Keamanan Penerbangan Minta Maskapai Tetap Sosialisasikan soal Bagasi Berbayar

Direktur Keamanan Penerbangan Kementerian Perhubungan, Dadun Kohar meminta maskapai penerbangan tetap mensosialisasikan kebijakan bagasi berbayar

Direktur Keamanan Penerbangan Minta Maskapai Tetap Sosialisasikan soal Bagasi Berbayar
TRIBUNMANADO/FERNANDO LUMOWA
Direktur Keamanan Penerbangan Dadun Kohar di Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO- Direktur Keamanan Penerbangan Kementerian Perhubungan, Dadun Kohar meminta maskapai penerbangan tetap mensosialisasikan kebijakan bagasi berbayar ke masyarakat.

Menurut Dadun, aturan bagasi berbayar adalah wewenang maskapai. "Dengan berbayar tentu akan muncul kekagetan tapi jika disosialisikan terus pasti tak ada lagi," ujar Dadun usai kampanye simpatik dan rampcheck di Bandara Sam Ratulangi Manado, Minggu (11/2/2019).

Katanya, dengan berbayar tentu maskapai dituntut memberikan pelayanan terbaik ke penumpang.

Baca: Kebijakan Bagasi Berbayar, Beberapa Karyawan Outsourcing Wilayah Sulawesi telah di Nonaktifkan

Baca: Soal Bagasi Berbayar, Guru Besar UI Nilai Pemerintah Harus Netral Sebagai Pembuat Aturan

"Bukan berarti sebelum ini kurang baik tidak standard. Maskapai harus memastikan bagasi penumpang tertangani baik. Belum berbayar saja harus SOP. Apalagi berbayar," kata Dadun.

Sementara, soal harga tiket penerbangan domestik, Dadun mengatakan sejauh ini tak ada maskapai yang menjual tiket di atas batas atas sebagaimana diatur Permenhub Nomor 14 tahun 2016 tentang Mekanisme Formulasi Perhitungan dan Penetapan Tarif Batas Atas dan Batas Bawah Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri.

Baca: Senangnya Menteri Pariwisata Dengar Citilink Tunda Pemberlakuan Bagasi Berbayar

"Soal mahal tidaknya itu kan relatif. Pastinya maskapai ikut regulasi tidak lewat batas atas," ujarnya.

Seperti diketahui, maskapai swasta mulai menerapkan aturan bagasi berbayar. Lion Air telah menerapkan bagasi berbayar sejak 22 Januari 2019.

Sementara, Citilink Indonesia yang rencananya mulai menerapkannya pada 8 Februari menunda atas pertimbangan imbauan Menteri Perhubungan. (ndo)

Berita Populer: Marcelino Mongi Tewas Kecelakaan Lalu Lintas di Kairagi, Teman SMA: Talalu bae Ngana pa Torang

Penulis: Fernando_Lumowa
Editor: Herviansyah
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved