Kecelakaan di Kairagi

Siswa Eben Haezar Kecelakaan di Jalur Maut Kairagi, sebelum Tewas Ayahnya Sempat Suruh Lakukan Ini

Sebelum tewas, siswa SMA Kristen Eben Haezar itu sempat disuruh oleh Carly Mongi yang tak lain adalah ayahnya.

Siswa Eben Haezar Kecelakaan di Jalur Maut Kairagi, sebelum Tewas Ayahnya Sempat Suruh Lakukan Ini
KolaseTribunmanado.co.id/Tribunmanado
Siswa Eben Haezar Kecelakaan di Jalur Maut Kairagi, Sebelum Tewas Ayahnya Sempat Suruh Lakukan Ini 

"Mendengar kabar tersebut, saya langsung datang di rumah sakit Malalayang bersama saudara saya," tutupnya. 

Di rumah sakit, Carly Mongi yang datang belakangan tampak menangis histeris di depan RSUP Kandou Manado.

Alumnus Eben Haezer Kecelakaan di Jalur Maut Kairagi, Sebelum Tewas Ayahnya Sempat Suruh Lakukan Ini
Alumnus Eben Haezer Kecelakaan di Jalur Maut Kairagi, Sebelum Tewas Ayahnya Sempat Suruh Lakukan Ini (KolaseTribunmanado.co.id/Tribunmanado)

Pria asal Perumahan Taman Sari, Kecamatan Mapanget ini terus menangis melihat jasad anaknya Marcelino Mongi terbujur kaku di ruang jenazah RSUP Kandou.

Carly Mongi terus menangis dan memeluk jenazah Marcelino yang mengalami kecelakaan tunggal itu.

"Oh Tuhan, kiapa kong jadi bagini dang? Apa kita pe salah sampe kita pe anak jadi bagini," teriak ayah korban sambil menangis.

Sang Ibu dikabarkan sedang berada di Jakarta.

Sehingga belum datang melihat korban di ruang pemulasaran RSUP Kandou Manado.

"Dia pe mama di Jakarta kasiang," ujar rekan-rekan korban.

 Terlempar 32 Meter

Kepolisian Resor Manado (Polresta) Manado memberikan penjelasan terkait kecelakan lalu lintas yang menewaskan Marcelino Mongi (18), warga Perumahan Taman Sari, Kecamatan Mapanget, pada Minggu (10/02/2019) sekitar pukul 14.00 Wita

Halaman
1234
Penulis: Indry Panigoro
Editor: Indry Panigoro
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved