Ini Penjelasan Dosen Hukum Internasional Terkait Keberadaan Imigran Afghanistan yang Bakar Diri

Menurut Dr Natalia Lengkong SH MH, Dosen hukum Internasional Unsrat Manado ada beberapa pertimbangan dan alasan terkait keberadan imigran Afghanistan

Ini Penjelasan Dosen Hukum Internasional Terkait Keberadaan Imigran Afghanistan yang Bakar Diri
Istimewa
Dr Natalia Lengkong SH MH, Dosen hukum Internasional, Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado 

Ini Penjelasan Dosen Hukum Internasional Terkait Keberadaan Imigran Afghanistan yang Bakar Diri

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Aksi imigran di Rumah Detensi Imigrasi (Rudemin) Manado melakukan aksi membakar diri sebagai bentuk protes atas hak mereka.

Akibat aksi itu dua tahanan Rudemin dirawat intensif di RSUP Kandou Malalayang, Manado.

Menurut Dr Natalia Lengkong SH MH, Dosen hukum Internasional, Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado ada beberapa pertimbangan dan alasan.

Dijelaskannya, Indonesia juga bukan negara peratifikasi Konvensi Wina tentang pengungsi. Jadi sebenarnya tidak ada kewajiban untuk mengurus pengungsi.

Lanjut Enci Lia sapaannya, mereka yang dari Afganistan itu statusnya titipan kalau mau ikut aturan memang harus dideportasi. Tapi Indonesia berlandaskan kemanusiaan bersedia menampung sementara.

Baca: Warga Afghanistan di Rudenim Manado Ini Bakar Diri, Ini Penyebabnya

Baca: Ini Curahan Hati Sajjad, Warga Afghanistan yang Melakukan Aksi Bakar Diri

Tapi kalau statusnya case closed berarti ada beberapa alasan sampai UNHCR berikan status pengungsi.

Rumah detensi bukan untuk pengungsi sebenarnya, itu untuk Warga Negara Asing (WNA) yang punya masalah pelanggaran keimigrasian.

 Sajjad (24), warga Afghanistan yang sudah 9 tahun tinggal di Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Manado membakar dirinya.

Peristiwanya di dalam gedung Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Manado, Rabu (06/02/2019) lalu.

 
Halaman
12
Penulis: Christian_Wayongkere
Editor: David_Kusuma
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved