Humiang Ingin Gereja Berperan Aktif untuk Bangsa dan Negara

Gereja katanya bagian masyarakat baik individu maupun komunitas. Gereja harus melawan paham yang tidak benar dan aktif untuk bangsa dan negara

Humiang Ingin Gereja Berperan Aktif untuk Bangsa dan Negara
TRIBUNMANADO/DAVID MANEWUS
Edison Humiang Pada Saat membawakan materi wawasan kebangsaan 

TRIBUNMANADO.CO.ID, AIRMADIDI-Asisten bidang pemerintahan dan kesejahteraan rakyat sekretariat daerah (setda) ProVinsi Sulawesi Utara (Sulut) Edison Humiang memberikan materi dalam pembinaan Pelayan Khusus (Pelsus) wilayah Tatelu, Tatelu 1, Dimalak, Talawaan, Likupang III, Jumat (08/02/2019). Ia bicara soal wawasan kebangsaan.

Setelah memberikan sejumlah teori, ia ingin pelsus melawan ancaman yang menghancurkan rasa persatuan dan kesatuan. Ia mengatakan bacaan cobaan yang terjadi untuk itu.

"Ada Madiun, ada tahun 1965 dan upaya lain mengantikan Pancasila dengan asas agama. Konsesus pendiri bangsa sudah sepakat Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika," ujarnya.

Ia mengatakan dengan wawasan kebangsaan, yang merusak kebhinekaan dan menjurus disintegrasi bangsa tidak dikehendaki . Apalagi jika ada fanatisme agama.

Baca: Edison Humiang Curhat Masalah Daerah Perbatasan Sulut di Depan Anggota DPD RI

Ia mengatakan dalam wawasan kebangsaan, Sulut strategis dalam geopolitik dan geo strategi. Sulut sangat diperhitungkan karena itu KEK dan internasional hub port penting.

"Sulut sangat strategis karena itu secara ekonomis harus menjadi pintu baru. Sebagai warga Gereja harus mensuport PP 32 tahun 2014," ujarnya.

Ia mengatakan itu menyejahterahkan masyarakat. Apalagi mayoritas warga GMIM adalah warga Sulut.

Baca: Asisten I Pemprov Sulut Edison Humiang: Guide Harus Bawa Turis ke Tempat Makan yang Aman

"Presiden lebih dulu memperhatikan misalnya yang terisolasi kini ada tol laut.
Dukung secara moril, doakan kesehatan dan semoga terpilih presiden seperti presiden kita," ujarnya.

Ia mengatakan semua dipanggil untuk mewujudkan banga Indonsia maju. Apalagi Indonesia diprediksi sebagai bangsa yang besar..

"Sekarang saja ada kelompok ketar ketir. Menteri Luhut sudah menandatangi kesepakatan soal 7.000 triliun uang Indonesia yang disembunyikan di Swiss," katanya.

Baca: Edison Humiang Pimpin Upacara Hari Otda ke 16

Ia mengatakan untuk itu selalu ada hambatan. Baik itu internal maupun eksternal. "Penerbangan langsung meningkat. Turis juga meningkat," katanya.

Pariwisata buat hasil bertani meningkat. Banyak sektor meningkat.

"Kemiskinan 2017 pada 8,20 dan 2018 7,09, Pengangguran 2017 pada 8,8 dan 2018 akhir 7,18. Walau ada Harga kopra pernah turun sekarang sudah naik dari Rp 3000-4000 jadi Rp 5900," katanya

Gereja katanya bagian masyarakat baik individu maupun komunitas. Gereja harus melawan paham yang tidak benar.

"Taat pada pemerintah karena dari Tuhan. Juga berperan aktif berbangsa dan bernegara," ujarnya. (dma)

Berita Populer: Terlahir Sebagai Pria, 4 Wanita Cantik Berprestasi di Indonesia Ada yang Awali Karirnya di New York!

Penulis: David_Manewus
Editor: Herviansyah
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved