Bawaslu Minsel Tegaskan Pelarangan Rumah Ibadah Jadi Sarana Politik

Ketua Bawaslu Minsel Eva Keintjem melarang tempat ibadah dijadikan sarana kampanye atau politik menjelang pesta demokrasi 17 April 2019.

Bawaslu Minsel Tegaskan Pelarangan Rumah Ibadah Jadi Sarana Politik
Istimewa
Ketua Bawaslu Minsel, Eva Keintjem 

TRIBUNMANADO.CO.ID,AMURANG-Sebanyak 510 gereja dan 26 masjid di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) mendapat surat dari Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Minsel.

Isi surat yang ditandatangani Ketua Bawaslu Minsel, Eva Keintjem intinya melarang tempat ibadah dijadikan sarana kampanye atau politik menjelang pesta demokrasi 17 April 2019.

Hal tersebut sebagaimana diatur dalam pasal 280 ayat 1 huruf H undang-undang nomor 7 tahun 2017 tentang pemilu.

Baca: Felly Runtuwene Klarifikasi ke Bawaslu Mengenai Peredaran Bahan Kampanye Miliknya di Unima

Baca: Bawaslu Minsel Mulai Bertindak Tegas, Cabut APK Ilegal Sepanjang Jalan Trans Sulawesi

Baca: APK Liar Banyak Ditemui, Bawaslu Minsel Beri Waktu 1x24 Jam

“Kita mengantisipasi segala kemungkinan terjadinya pelanggaran regulasi dalam soal kampanye. Apalagi bisa berujung sanksi pidana,” ungkap Keintjem belum lama ini

Dia menegaskan pencegahan-pencegahan preventif dalam bentuk lisan maupun tulisan akan terus disampai-sampaikan Bawaslu. Sebagai bentuk kecintaan terhadap warga negara, utamanya para konstituen dan peserta pemilu supaya tidak melanggar rambu-rambu pemilu.

“Kalau pemilu kita berkualitas, pasti akan menghasilkan pemimpin yang mumpuni. Di titik itulah demokrasi kita naik kelas,” urai Keintjem.

Dia mengajak agar semua elemen di Kabupaten Minsel untuk menciptakan pemilu berintegritas bersama Bawasalu. "Pemilu aman adalah tujuan kita bersama," pungkasnya. (dru)

Berita Populer: 7 Wanita Cantik di Dunia yang Terlahir sebagai Pria, Ada yang dari Indonesia Juga Loh, Siapa Saja?

Penulis: Andrew_Pattymahu
Editor: Herviansyah
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved