GAMKI Minut Kritik Konten dan Iklan Game Online di Media Sosial yang Mengandung Unsur Pornografi

Tak jarang tayangan iklan ataupun berbagai cara digunakan untuk mendownload atau hanya melihat cuplikan dari isi game tersebut.

GAMKI Minut Kritik Konten dan Iklan Game Online di Media Sosial yang Mengandung Unsur Pornografi
TRIBUN MANADO/CHRISTIAN WAYONGKERE
Shandy Kaunang 

GAMKI Minut Kritik Konten dan Iklan Game Online di Media Sosial yang Mengandung Unsur Pornografi

TRIBUNMANADO.CO.ID, AIRMADIDI - Game online terus menjamur di media sosial (medsos) seperti Facebook dan Instagram.

Tak jarang tayangan iklan ataupun berbagai cara digunakan untuk mendownload atau hanya melihat cuplikan dari isi game tersebut.

Sayangnya beberapa konten game online tersebut menurut Shandy Kaunang, Ketua GAMKI Kabupaten Minahasa Utara (Minut) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), memuat gambar-gambar dan kalimat yang diduga menjurus ke arah pornografi‎.

"Saya teliti akhir-akhir ini gambar, foto dan kalimat di FB (Facebook) dan IG (Instagram) sudah mulai meresahkan. Ingat media sosial (medsos) saat ini juga banyak diakses dan dipakai anak-anak kecil bukan hanya orang dewasa atau sudah 17 tahun plus," kata Kauangan saat bersua dengan TribunManado.co.id Rabu (06/02/2019).

Sejumlah iklan game online di media sosial Facebook.
Sejumlah iklan game online di media sosial Facebook. (FACEBOOK)

Tak puas dengan itu, pria yang dikenal sebagai tokoh pemuda ini memperlihatkan contoh-contoh konten atau iklan game online yang memuat foto-foto, video, gambar dan kata-kata mengarah ke dugaan pornografi.

Dia menyayangkan jika hal ini tidak diseriusi mulai dari dalam rumah orang tua, pemangku kepentingan untuk melindungi anak-anak agar tak terjerumus dalam perilaku pornografi.

"Adminnya harus ditindak atau paling tidak Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) dan komnas perlindungan akan bekerja sama, untuk preventif terhadap hal ini," tegasnya.

Ada beberapa contoh konten iklan game online yang tidak layak dilihat apalagi lagi dimainkan oleh anak-anak di bawah usia.

Mulai dari Games of Sultan, Episode, War and Magic serta masih banyak yang lainnya.

Bahkan ada yang menyuguhkan konten dengan pertanyaan yang jawabannya sangat erotis, seperti disuruh memilih untuk dibunuh atau diangkat jadi selir, dihukum atau diremas, dihamili, manjakan dan lain-lain.

"Kami imbau orangtua segera kontrol anak-anak di rumah atau di sekolah agar handphone ‎mereka bebas dan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," tandasnya.

(Tribunmanado.co.id/Christian Wayongkere)

Editor: Alexander Pattyranie
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved