Kepala BI Sulut: Bagasi Pesawat Berbayar, Perlu Penyesuaian Pengukuran Inflasi

Kebijakan maskapai penerbangan swasta menerapkan bagasi berbayar mempengaruhi perekonomian masyarakat, untuk itu perlu penyesuaian pengukuran inflasi

Kepala BI Sulut: Bagasi Pesawat Berbayar, Perlu Penyesuaian Pengukuran Inflasi
Tribun Manado / Fernando Lumowa
Kepala Perwakilan Sulut, Soekowardojo berbicara saat pembukaan Workshop Capacity Building di ballroom Fourpoints Manado, Jumat (1/2/2019). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO- Kebijakan maskapai penerbangan swasta menerapkan kebijakan bagasi berbayar mempengaruhi perekonomian masyarakat.

Biaya bagasi kini menjadi pengeluaran tetap bagi orang yang melakukan perjalanan dengan volume barang bawaan lebih dari batas yang ditetapkan.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulawesi Utara Soekowardojo mengatakan perlu ada penyesuaian pengukuran indikator inflasi.

Baca: Terkait Rupiah Hari Ini, Kepala BI Sulut Sebut Melemahnya karena Fenomena Global

"Kalau dulu harga yang dibayar konsumen harga tiket saja, sekarang harga tiket dan biaya bagasi," kata Soekowardojo, Selasa (05/02/2019).

Menurutnya, biaya bagasi menambah instrumen pengukuran pertumbuhan ekonomi. "Intinya perlu perbaikan metode pengukuran pasca naiknya biaya transportasi," katanya.

Baca: Kepala BI Sulut Dapat Kejutan

Seperti diketahui, dua maskapai swasta mulai menerapkan bagasi berbayar untuk penumpang domestik.

Pertama, Lion Air yang menerapkan bagasi berbayar sejak 22 Januari 2019.  Sementara, Citilink akan menerapkan kebijakan bagasi berbayar ini mulai 8 Februari 2018. (ndo)

Berita Populer: Soal Sebut Nama Prabowo, Anak Mbah Moen Akui Kertas Doa Ayahnya Bukan untuk Jokowi

 

Penulis: Fernando_Lumowa
Editor: Herviansyah
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved