Aji Febrianto, Banyak Belajar dari Karya Pelukis Affandi dan Van Gogh

Aji Febrianto pelukis tanpa kuas, pada Selasa (5/2/2019) mendemostrasikan cara melukis di Hotel Sintesa Peninsula

Aji Febrianto, Banyak Belajar dari Karya Pelukis Affandi dan Van Gogh
tribun manado / Dedy Manlesu
Aji Febrianto pelukis tanpa kuas, pada Selasa (5/2/2019) mendemostrasikan cara melukis di Hotel Sintesa Peninsula. 

Aji Febrianto, Banyak Belajar dari Karya Pelukis Affandi dan Van Gogh

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Aji Febrianto pelukis tanpa kuas, pada Selasa (5/2/2019) mendemostrasikan cara melukis di Hotel Sintesa Peninsula.

Di mata Rianti, ibu Aji Febrianto, dia sangat bersyukur dan bangga anaknya mendapatkan karunia dari Tuhan

"Sangat bersyukur Tuhan memberikan karunia di tengah kekurangan Aji, sehingga dirinya bisa berkarya lewat lukisan ini," ujarnya

Rianti mengatakan, Aji melukis tanpa kuas tapi langsung dengan tangannya dan yang paling membanggakan keluarga, setiap karyanya, Aji membawa pesan sesuatu, misalnya tentang kebenaran adanya surga dan keindahan alam.

Baca: Pameran Lukisan Aji Febrianto di Hotel Peninsula Terbuka untuk Umum, Pelukis Tanpa Kuas

Baca: Travis Anak Desa Pintadia Dengan Bakat Melukisnya

"Setiap karyanya musti ada air, ada peopohonan, pokoknya yang berkaitan dengan alam," ujarnya

Rianti, juga mengutarakan dirinya selalu memberikan nasehat ke Aji untuk melukis karya untuk semua orang, bisa berdampak bagi banyak orang

Rianti mengatakan juga harapan keluarga. "Kiranya Aji bisa di kenal di indonesia dan bisa Pameran keliling indonesia," ujarnya.

Rianti mengungkapkan, Aji kelahiran Manado, 7 Februari 2004 ini, dalam pergaulan keluarga memberikan kebebasan bergaul dengan siapa saja, tapi tetap menuntun Aji dalam agama, sehingga Aji saat ini adalah anak yang takut akan Tuhan, dan tidak pernah putus salat.

Aji Febrianto
Aji Febrianto (tribun manado / Dedy Manlesu)

Ayah Aji, Napit Kurnia menambahakan kalau mau Pameran Aji lebib duku tanya di mana tempat untuk salat.

"Aji kalau mau pameran seperti ini selalu lebih dulu tanya temoat salat ada atau tidak," ujarnya

Aji Febrianto sehari-hari lebih banyak menghabiskan waktu dengan kakak dan adiknya, bisa melukis sampai 7 lukisan abstrak dalam sehari, kalau yang berwujud atau ekspresif bisa menghasilkan 1 lukisan dalam 4 jam

Rianti menambahkan, tidak ada yang mengajarkan Aji melukis, keluarga tidak ada bakat melukis, dia sering menambah wawasan di internet, dan gaya lukisannya berdasarkan Affandi, pelukis Indonesia, dan Van Gogh, pelukis internasional

“Kendala dalam pelukisan karya Aji selama ini dalam hal produksi, yaitu perlengkapan,” ujar Rianti

Penulis:
Editor: David_Kusuma
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved