Adriana Dondokambey: Pembangunan Tol Tidak Boleh Merugikan Warga Sulut
Ketua Komisi III DPRD Provinsi Sulawesi Utara, Adriana Dondokambey mengatakan masyarakat tidak boleh dirugikan dengan adanya pembangunan jalan tol
Penulis: David_Kusuma | Editor: David_Kusuma
Adriana Dondokambey: Pembangunan Tol Tidak Boleh Merugikan Warga Sulut
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Ketua Komisi III DPRD Provinsi Sulawesi Utara, Adriana Dondokambey mengatakan masyarakat tidak boleh dirugikan dengan adanya pembangunan jalan tol Manado-Bitung, khususnya terkait dengan ganti rugi lahan. Pembangunan proyek jalan tol tersebut digunakan untuk menggerakan roda perekonomian Sulawesi Utara.
"Pembangunan proyek jalan tol jangan sampai ada masyarakat yang dirugikan. Jalan ini dibangun dengan tujuan menggerakan roda ekonomi masyarakat. Tentunya masyarakat jangan sampai ada yang dirugikan, terutama masalah pembebasan lahan," kata Adriana, Senin (4/2/2019).
Adriana mengatakan, pemerintah akan memberikan ganti rugi pembebasan lahan dengan layak. Sesuai dengan ketentuan yang berlaku agar masyarakat tidak merasa dirugikan.
Baca: Warga Sulut Bangga Miliki Adriana Dondokambey, Beliau Srikandi Kami
Baca: Siapkan Beasiswa, Adriana Dondokambey Ingin Pemuda Jadi Agen Perubahan
Baca: Adriana Dondokambey: Kampanye dengan Santun Kunci Menangkan Jokowi
"Kami bersama pemerintah provinsi akan mengganti rugi pembebasan lahan dengan layak, sesuai dengan ketentuan yang berlaku," kata dia.
Di sisi lain, lanjutnya, proyek tol Manado-Bitung diperkirakan akan rampung secara menyeluruh pada tahun 2020. Di mana proses pembangunan memakan waktu cukup lama pada pengerjaan konstruksi jembatan.
"Diperkirakan jalan tol bisa selesai secara menyeluruh di tahun 2020. Proyek ini memakan waktu yang cukup lama pada pengerjaan konstruksi jembatan," ujar politisi senior PDI Perjuangan itu.
Ia menambahkan, konstruksi jembatan harus menggunakan tiang penyangga yang cukup tinggi sehingga memakan waktu lama dalam pengerjaan konstruksinya.
"Konstruksi jembatan membutuhkan tiang-tiang penyangga yang cukup tinggi. Agar bisa tahan bencana alam, konstruksi itu harus dikerjakan sebaik mungkin dan cukup memakan waktu yang lama," pungkasnya.