Tuhan Ingin Trump Menjadi Presiden AS: Begini Penjelasan Jubir Gedung Putih

Juru bicara Gedung Putih menuturkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mendapat dukungan dari "Yang di Atas".

Tuhan Ingin Trump Menjadi Presiden AS: Begini Penjelasan Jubir Gedung Putih
AFP/Mandel Ngan
(Kiri ke kanan) Presiden ASmerika Serikat Donald Trump dan Ibu Negara Melania Trump; mantan presiden AS Barack Obama dan Michelle Obama; mantan presiden AS Bill Clinton dan Hillary Clinton; mantan presiden AS Jimmy Carter dan Rosalynn Carter menghadiri pemakaman kenegaraan mantan presiden AS George HW Bush di Washington National Cathedral di Washington DC, Rabu (5/12/2018). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, WASHINGTON DC - Dinamika politik di negeri Paman Sam Amerika Serikat terus disorot dunia internasional. Juru bicara Gedung Putih menuturkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mendapat dukungan dari "Yang di Atas".

Dalam wawancara dengan CBN seperti diberitakan CNN Kamis (31/1/2019), Sekretaris Pers Sarah Sanders berkata Tuhan ingin Trump menjadi Presiden AS.

"Saya kira Tuhan memanggil kita untuk mengisi berbagai posisi. Sama seperti Dia mengingkan Trump menjadi presiden," kata Sanders. 

"Saya pikir Trump telah melakukan pekerjaan luar biasa mendukung berbagai isu yang sangat diperhatikan orang beriman," lanjutnya.

Sanders kemudian menanggapi ucapan lawan politik Trump Nancy Pelosi tentang keinginan Trump membangun tembok di perbatasan Meksiko.

Pelosi, politisi Partai Demokrat yang menjabat sebagai Ketua House of Representatives, menyebut pembangunan tembok perbatasan sebagai tindakan "amoral".

"Gagasan melindungi warga, yang merupakan tugas dasar seorang presiden, disebut sebagai amoral merupakan pernyatan konyol," kecam Sanders.

Karena keinginan Trump untuk membangun tembok, AS memasuki masa penutupan layanan pemerintahan (shutdown) pada 22 Desember 2018.

Shutdown yang disebut terpanjang dalam sejarah AS itu berlangsung lebih dari sebulan, dan berimbas kepada 800.000 pegawai negeri AS.

Sanders juga menekankan bahwa keputusan Trump menarik pasukan dari Suriah tidak akan mengancam eksistensi kelompok Kurdi.

Halaman
123
Editor: Lodie_Tombeg
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved