Komisi V DPR Minta Penundaan Bagasi Gratis, Kemenhub Konsilidasi dengan Maskapai Citilink

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan melakukan konsolidasi dengan Maskapai Citilink terkait penghapusan bagasi gratis

Komisi V DPR Minta Penundaan Bagasi Gratis, Kemenhub Konsilidasi dengan Maskapai Citilink
ISTIMEWA
CITILINK INDONESIA 

TRIBUNMANADO.CO.ID,MANADO - Komisi V DPR yang meminta penundaan penerapan tarif bagasi pada maskapai berbiaya murah.

Terkait hal tersebut Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melakukan konsolidasi dengan Maskapai Citilink terkait penghapusan bagasi cuma-cuma atau gratis.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Polana B Pramesti mengatakan, Citilink telah menyetujui untuk menunda penerapan bagasi berbayar hingga waktu yang belum ditentukan.

Polana menambahkan, pihaknya akan mengevaluasi peraturan Menteri Perhubungan yang mengatur soal tarif bagasi berbayar.

Baca: Manajer Persib Bandung Marah Kepada Gusti Randa dan Meminta Untuk Tidak Cari Perhatian

Baca: Polres Minsel Amankan 1.000 Liter Cap Tikus Ilegal

"Kami akan lakukan kajian atau evaluasi terhadap semua aturan mulai dari PM 14 tahun 2016 sampai PM 185 tahun 2015," ujar Polana dalam keterangan resmi, Kamis (31/1/2019).

"Pengkajian ulang akan dilakukan agar terjadi keseimbangan dan tidak memberatkan masyarakat serta menjaga kelangsungan maskapai penerbangan," tambah dia.

Sebelumnya, Direktur Utama Citilink Juliandra Nurtjahjo mengatakan, pihaknya akan mulai memberlakukan tarif berbayar setelah melakukan sosialisasi selama dua minggu. Ia menargetkan kebijakan baru itu diterapkan mulai akhir Januari.

Baca: Guru Honorer Kategori Dua Berpeluang Diangkat Jadi Pegawai dengan Perjanjian Kerja

Baca: Hotman Paris Ungkap Perasaannya Kepada Farah Quinn, : Mau Enggak Kamu Jadi Pacarku?,

Baca: Mandala Shoji Masih Buron, Postingan Terakhir di Instagram Banjir Desakan Serahkan Diri

"Kita tidak sebutkan tanggal, tapi target di akhir bulan Januari mulai terapkan (bagasi berbayar)," ucap Direktur Utama Citilink Juliandra Nurtjahjo dalam jumpa pers Indonesia National Air Carrier Association (Inaca) di Jakarta Pusat, Selasa (15/1/2019).

Namun, penerapan bagasi berbayar ini tidak dikenakan untuk semua penumpang. Juliandra mengatakan penumpang Supergreen seat atau kursi tertentu dan member Garudamiles tetap mendapatkan bagasi gratis 10 kiogram.

Menurut Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor PM 185 Tahun 2015 mengenai Standar Pelayanan Penumpang Kelas Ekonomi pasal 22 C, maskapai penerbangan dengan standar pelayanan minimum (no frills) memang diperbolehkan mengenakan tarif bagasi tercatat. (Tribunnews.com)

Editor: Rhendi Umar
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved