BPJS Kesehatan Manado Bayar Rp 983,6 M untuk Biaya Perawatan Kesehatan pada 2018
BPJS Kesehatan Cabang Manado mengucurkan dana nyaris Rp 1 triliun untuk biaya perawatan kesehatan di tahun 2018.
Penulis: Fernando_Lumowa | Editor: Aldi Ponge
TRIBUNMANADO.CO.ID - Badan Pelaksana Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS) Kesehatan Cabang Manado mengucurkan dana nyaris Rp 1 triliun untuk biaya perawatan kesehatan di tahun 2018.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Manado, dr Prabowo MKes AAK mengatakan, total dana yang dibayarkan untuk menanggung perawatan kesehatan masyarakat tahun lalu Rp 983.696.419.000
"Itu menyeluruh. Dibayar ke seluruh rumah sakit, puskesmas, klinik dan FKTP (Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama)," ujar Prabowo yang didampingi Kabid Penjaminan Manfaat Rujukan dr Selvi Kapoh ke Tribun Manado, Kamis (31/1/2019).
Prabowo mengatakan, total biaya itu di luar tagihan rumah sakit untuk diagnosa-diagnosa dan tindakan tertentu.
"Belum semua pelayanan karena ada yang belum ditagih," ujarnya.
BPJS Kesehatan Manado yang membawahi Kota Manado, Bitung, Minut dan tiga kabupaten kepulauan Nusa Utara bekerja sama dengan 29 rumah sakit, termasuk sejumlah optik dan apotik.
Sedangkan FKTP atau Puskesmas 200-an lebih.
Defisit
Terkait itu, BPJS Kesehatan Cabang Manado harus menanggung defisit sekitar 665 miliar tahun lalu.
Pasalnya, biaya perawatan kesehatan yang dibayar ke RS dan mitra faskes nyaris tiga kali lipat dari total penerimaan setahun
"Tahun lalu penerimaan hanya Rp 318 miliar," ujar Prabowo. Menurutnya, potensi penerimaan setahun dari premi maksimal cuma Rp 334 miliar.
Akibatnya defisit itu turut berkontribusi kepada defisit BPJS Kesehatan secara nasional yang berada di kisaran Rp 9 triliun.
"Selisih biaya yang harus dibayar diambil dari pusat. Karena prinsipnya gotong royong ya, jadi ada subsidi," katanya.
Ia berharap masyakarat sadar akan pentingnya memenuhi kewajiban iuran BPJS Kesehatan.
"Khususnya peserta mandiri. Sekarang tak sulit kok bayar iuran sudah tersedia di mana-mana. Selain bank, kantor pos, Indomaret, Alfamart, PPOB agen bank dan lain-lain," ujarnya.(ndo)
TONTON JUGA: