Kecamatan Modayag Tertinggi Kasus Gigitan Hewan Rabies di Boltim

Kasus gigitan hewan penular rabies (GHPR) di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, paling tinggi di Kecamatan Modayag

Kecamatan Modayag Tertinggi Kasus Gigitan Hewan Rabies di Boltim
Tribun manado / Vendi Lera
Kepala Bidang Peternakan di Dinas Pertanian Dr Moch Insani 

Kecamatan Modayag Tertinggi Kasus Gigitan Hewan Rabies di Boltim

TRIBUNMANADO.CO.ID, TUTUYAN - Kasus gigitan hewan penular rabies (GHPR) di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, paling tinggi di Kecamatan Modayag.

Jumlah kasus gigitan di Kecamatan Modayag 2018 dari Januari sampai Desember mencapai 174 kasus dengan jumlah VAR (telah mendapat perawatan dengan suntikan).

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Eko Marsidi, dari tujuh puskesmas di Boltim, Kecamatan Modayag paling tinggi kasus gigitan hewan habies.

Hal ini disebabkan, banyaknya masyarakat yang memelihara hewan dan belum disuntik rabies. Karena itu, harus diperhatikan, jika ada kegiatan penyuntikan rabies di desa.

Baca: Obat Kadarluarsa, Vaksin Rabies Di Bolim Belum Dilaksanakan

Baca: Minahasa Kembangkan Program One Health untuk Tangani Rabies, Pemprov Jabar Lakukan Kaji Banding

"Untuk mencegah tingginya gigitan hewan rabies, maka Dinkes dan Pertanian akan melakukan kerja sama dalam melaksanakan suntikan rabies," ujar Eko Marsidi.

Selain Kecamatan Modayag, ada pula Kecamatan Tutuyan 46 kasus, Mooat 37 kasus, Modayag Barat 9, Nuangan 11, Kotabunan 5 dan Buyat 2 kasus.

Kepala Bidang Peternakan di Dinas Pertanian Dr Moch Insani mengatakan, 2018 telah melakukan vaksin rabies sebanyak 1.430 hewan.

"Kami berusaha 2019 menargetkan 1.500 hewan disuntik rabies," ujar Dr Moch Insani.

Ia menambahkan, saat ini ketersedian obat untuk suntik rabies telah kedaluwarsa. Maka segera memesannya ke Provinsi Sulut. (ven).

Penulis: Vendi Lera
Editor: David_Kusuma
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved