Remaja Jadi Pelaku Pembunuhan, Psikolog: Ada Dua Kemungkinan Faktor Penyebab

Faktor kedua adalah psikososial pelaku. Dalam hal ini, penyebab perilaku merupakan dampak dari pengaruh orang-orang di luar dirinya.

Laporan Wartawan Tribun Manado Christian Wayongkere

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Seorang bocah berusia 12 tahun di Desa Warukapas, Kecamatan Dimembe, Minahasa Utara, menjadi tersangka utama kasus pembunuhan terhadap Novel Kalengkongan.

Menurut psikolog Orley Charity Sualang SPsi MA, keterlibatan anak atau remaja dalam kasus kekerasan dengan senjata tajam dapat dilihat dari dua faktor, satu di antaranya bisa menjadi faktor utama.

Dua faktor tersebut adalah faktor individu dan faktor psikosisial.

Orley Charity Sualang SPsi MA
Orley Charity Sualang SPsi MA (Istimewa)

Baca: Bocah 12 Tahun di Warukapas Membunuh, Kapolsek: Track Record-nya Anak Nakal

Psikolog sains klinis ini menjelaskan, faktor individu berarti sang pelaku secara genetik memiliki latar belakang gangguan perilaku, gangguan kepribadian, atau gangguan psikis lainnya.

“Ini ditandai dengan kurangnya kemampuan sosial, seperti menghadapi kecemasan, rasa tertekan dan rendah diri. Bahkan ketidakmampuan mengontrol perasaan marah,” jelas dia kepada Tribunmanado.co.id, Selasa (22/1/2019).

Faktor kedua yang tak dapat dikesampingkan adalah psikososial pelaku. Dalam hal ini, penyebab perilaku merupakan dampak dari pengaruh orang-orang di luar dirinya.

Pihak atau orang di luar tersebut mungkin adalah keluarga. Orley menjelaskan, situasi keluarga yang diwarnai kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), orang tua dengan penyalahgunaan zat dan salah pola asuh dari orang tua, termasuk dalam faktor penyebab ini.

Baca: Begini Cara Mengatasi Trauma Anak Pasca-KDRT Menurut Psikolog

Selanjutnya, pihak lain adalah sekolah atau teman sebaya.

“Di sekolah atau di kalangan temannya, si pelaku pernah mengalami bullying (kekerasan secara fisik, psikis, dan verbal) serta hazing (kegiatan mengintimasi dari kakak senior),” jelas dia.

Masih faktor psikososial, penyebab bisa datang dari situasi ekonomi (kemiskinan), pengangguran/tidak sekolah, perceraian orang tua dan penyakit kronis pada individu remaja tersebut.

Halaman
123
Penulis: Christian_Wayongkere
Editor: maximus conterius
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved