PDIP Ingin Menang Besar di Sulut, Begini Penjelasan Steven Kandouw

Lembaga sigi Media Survei Nasional (Median) mencatat selisih elektabilitas pasangan calon nomor urut 01 Joko Widodo.

PDIP Ingin Menang Besar di Sulut, Begini Penjelasan Steven Kandouw
Tribun manado / Ryo Noor
Wagub Sulut Steven Kandouw 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Lembaga sigi Media Survei Nasional (Median) mencatat selisih elektabilitas pasangan calon nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno kian menipis.

Hal itu merujuk pada hasil jajak pendapat Median per Januari 2019, yakni elektabilitas Jokowi-Ma'ruf kini sebesar 47,9 persen dan Prabowo-Sandiaga 38,7 persen. Oleh karena itu, perbedaan elektabilitas keduanya menjadi 9,2 persen.

"Selisih elektabilitas atau jarak elektoral relatif menipis. Suara pasangan Jokowi-Ma'ruf relatif stagnan, sedangan Prabowo-Sandiaga tumbuh namun relatif lambat," kata Direktur Eksekutif Median Rico Marbun di bilangan Cikini, Jakarta Pusat, Senin (21/1/2019).

Tim Kampanye Daerah Jokowi-Ma’ruf di Sulut makin termotivasi memenangkan pasangan nomor urut 01 dengan keluarnya hasil survei terbaru.

Diterangkan hasil survei terbaru elektabilitas Jokowi Ma'ruf stagnan, sementara Prabowo-Sandiaga naik tipis. "Melihat perkembangan yang ada makin memotivasi kita untuk menang besar di Sulut," kata Wakil Ketua DPD PDIP, Steven Kandouw kepada tribunmanado.co.id, Senin (21/1/2019).

Hasil survei memberi gambaran, bahwa tim pemenangan ini terus bekerja turun ke bawah. Jadi dengan tambahan motivasi tak salah kemudian mematok hasil besar. "Target kita 80 persen," sebut Wakil Gubernur Sulut ini

Kalau daerah lain menang besar, kata Steven minimal dapat menutupi kekurangan di daerah lain.
Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) PDIP Sulawesi Utara, Lucky Senduk tidak heran dengan survei yang menyatakan selisih elektabilitas capres mulai menipis. Ia menemukan fakta bahwa survei itu yang memenangkan Prabowo pada pilpres lalu. "Tidak berpengaruh. Jokowi-Maruf sudah unggul jauh," katanya.

Ia mengatakan banyak hal harus dinilai dari lembaga survei. Itu menyangkut kredibilitas, terdaftarnya lembaga survei, afiliasi dan banyak hal lain.

"Harus dilihat. Kredibilitas lembaga survei harus dipertanyakan," ujarnya.
Ia mengatakan, masyarakat bisa menilai. Masyarakat sudah tahu fakta keunggulan Jokowi. "Masyarakat Sulut sudah tahu. Jokowi-Maruf tetap unggul jauh," katanya.

Sebelumnya, pada hasil jajak pendapat Median per November 2018, tingkat keterpilihan Jokowi-Ma'ruf 47,7 persen, sedangkan Prabowo-Sandiaga 35,5 persen. Selisih elektabilitas keduanya kala itu masih 12,2 persen.

Rico menambahkan, untuk kesimpulan pertama memasuki Januari 2019, selisih kedua kandidat menjadi satu digit. Direktur Eksekutif Median Rico Marbun saat pemaparan hasil survei di bilangan Cikini, Jakarta Pusat, Senin (21/1/2019).

"Faktornya adalah kepuasan publik terhadap pemerintahan Jokowi ada di level medium atau sedang, yaitu sebesar 51,9 persen. Hasil itu tidak rendah, namun juga enggak tinggi," ungkapnya.

Ketidakpuasan masyarakat, lanjut Rico, terletak pada masih beratnya beban ekonomi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan kehidupan sehari-hari, seperti harga kebutuhan pokok dan listrik.

"Hal itu dimanfaatkan Prabowo-Sandiaga yang mampu menyampaikan pesan bahwa beban ekonomi masyarakat saat ini sangat tinggi dan itu merupakan tanggung jawab Jokowi. Makanya Sandiaga kerap ke pasar-pasar dan melakukan politisasi harga kebutuhan pokok," papar Rico.

Adapun survei ini dilakukan pasa 6-, 15 Januari 2019 terhadap1.500 responden dengan margin of error sebesar 2,5 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen. Responden dipilih secara random dengan teknik multistage random sampling.
(Tribun/kps/dma/ryo)

Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved