Begini Penilaian Juruf Kalla terhadap Jokowi-Ma'ruf di Debat

Perhelatan debat perdana pilpres 2019, Kamis (17/1) malam, Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) khusus menyempatkan diri.

Begini Penilaian Juruf Kalla terhadap Jokowi-Ma'ruf di Debat
YOUTUBE
Wapres Jusuf Kalla Ungkap di Indonesia Ada Lebih dari 800 Ribu Masjid 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Perhelatan debat perdana pilpres 2019, Kamis (17/1) malam, Wakil Presiden Jusuf Kalla  (JK) khusus menyempatkan diri menonton debat pilpres.  Kali ini,  JK menjadi penonton  setelah 3 kali menjadi peserta debat. JK terlihat duduk bersama keluarga, staf, kerabat serta awak media, menyaksikan gelaran debat di rumah dinasnya di Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat.JK  berujar, sengaja tak pergi ke lokasi debat, karena memilih bersantai di rumah. "Diundang juga (ke Bidakara), lebih santai kalau di sini, kita bisa menilai," katanya.

Selama dua jam gelaran, raut wajah JK tampak serius dan fokus mengikuti 6 segmen debat itu. Ia yang mengenakan baju berwarna biru itu, terlihat melipat kedua tangannya dan sesekali bersandar pada kursi. JK yang duduk berdampingan dengan sang istri, Mufidah Kalla, juga tak terlihat saling berinteraksi.

Ia tetap fokus. Raut wajahnya serius hingga perhelatan debat selesai. JK tak memberikan tepukan tangan saat moderator menyatakan kegiatan debat telah selesai dan baru bisa tersenyum usai menemui awak media. Meski begitu, JK mengaku  puas dengan hasil debat pilpres perdana pasangan Jokowi - Maruf.

"Lebih siap(Jokowi-Kiai Maruf) beda dengan Pak Prabowo itu artinya situ baru memikirkan pertanyaan. Dan ini pengalaman harus lebih apalagi sudah ada kisi-kisinya sebenarnya jadi itu lebih mudah persiapan," terang dia.

Kedepan, ia berharap baik peserta debat maupun penyelenggara pemilu dapat sama-sama memperbaiki diri. Pertama, bagi peserta debat JK berpesan, agar tim kampanye kedua kubu, lebih siap mempersiapkan diri atas kemungkinan-kemungkinan pertanyaan dan jawabannya.

Kepada KPU ia berharap,  sebagai penyelenggara pemilu tak banyak memberikan bocoran soal terkait debat. Sebab ujar JK, tanpa bocoran soal, kemampuan capres dan cawapres terlihat spontan dalam menjawab dan menanggapi pertanyaan dari masing-masing calon.Selain itu, peserta debat juga terlatih untuk saling berdiskusi.

"Ya sebaiknya jangan terlalu banyak (bocoran soal) pemimpin itu harus mengambil sikap pada waktu debat. Kadang-kadang tidak perlu persiapan. Diskusi ini harus mencerminkan itu. Kalau terjadi begini harus bagaimana," tuturnya.

Debat perdana kemarin malam mengusung tema hukum, HAM, terorisme, dan korupsi, berlangsung di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan.  KPU sendiri memberikan fasilitas 5 debat, dan kini menyisakan empat debat lainnya, di mana 2 debat untuk pasangan calon,1 debat untuk calon presiden, dan 1 debat untuk calon wakil presiden.

Jusuf Kalla dalam dunia poltik telah menghiasi perhelatan pemilihan pilpres 3 kali berturut-turut.  Di awali di pilpres 2004 silam, JK yang menjabat sebagai Ketua Umum Partai Golkar digandeng Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono, untuk maju menjadi capres dan cawapres.

Saat itu kemenangan diraihnya bersama SBY, dan berhasil mengukir namanya menjadi wakil presiden di periode 2004 - 2009, dengan dua kali putaran pilpres dan memperoleh hasil telak yaitu 69.266.350 (60,62%) melawan Megawati-Hasyim dengan 44.990.704 suara (39,38%).

Halaman
1234
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved