Pertama di Dunia, Jepang Luncurkan Meteor Buatan ke Luar Angkasa

Sebuah perusahaan rintisan di Tokyo merancang satelit kecil yang akan menciptakan hujan meteor di atas Kota Hiroshima permulaan tahun depan.

Pertama di Dunia, Jepang Luncurkan Meteor Buatan ke Luar Angkasa
net/youtube
Roket Epsilon-4 diluncurkan pada Jumat (18/1/2019) membawa meteor buatan. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, TOKYO - Jepang meluncurkan sebuah roket yang membawa meteor buatan untuk menciptakan “hujan meteor” atau meteor shower yang pertama di dunia ke antariksa, Jumat (18/1/2019).

Kantor berita AFP melaporkan, sebuah perusahaan rintisan di Tokyo merancang satelit kecil yang akan menciptakan hujan meteor di atas Kota Hiroshima permulaan tahun depan, sebagai percobaan untuk mengadakan apa yang disebut pembuatnya sebagai hujan meteor yang bisa dipesan.

Satelit itu akan melepaskan bola-bola kecil yang akan bersinar terang ketika memasuki atmosfir bumi, seperti yang terjadi apabila meteor sungguhan menembus lapisan atmosfer.

Baca: Ini Jadinya Jika Astronot di Luar Angkasa Tak Sengaja Telepon 911

Baca: Perusahaan di Rusia Tawarkan Tiga Pemakaman Unik, dari Cryopreservation Sampai ke Luar Angkasa

Baca: Ilmuwan Rencana Tembakkan Laser ke Luar Angkasa untuk Mencari Perhatian Alien

Satelit itu diluncurkan oleh roket Epsilon-4 dari pusat antariksa Uchinoura oleh Japan Aerospace Exploration Agency atau JAXA pada Jumat pagi.

Roket itu membawa tujuh satelit kecil yang akan menunjukkan berbagai “teknologi inovatif,’ kata juru bicara JAXA Nobuyoshi Fujimoto.

Menjelang tengah hari Jumat, satelit yang pertama berhasil diluncurkan ke orbit, dan para pejabat JAXA sedang menunggu laporan konfirmasi bahwa keenam satelit lainnya juga berhasil diluncurkan.

BERITA POPULER:

Baca: Fakta-fakta tentang Ira Koesno, Jurnalis Andal yang Jadi Moderator Debat Capres

Baca: Gadis 13 Tahun Asal Manado Dijual Pacarnya di Prostitusi Online, Sekali Layani Tamu Rp 1 Juta

Baca: Debat Capres, Steven Kandouw: Jokowi-Ma’ruf Menang 2-0

Hujan meteor buatan itu akan terjadi di atas Hiroshima pada musim semi tahun depan.

Satelit-satelit itu pada awalnya akan mengorbit bumi pada ketinggian 500 kilometer dan kemudian akan diturunkan orbitnya sampai memasuki atmosfer bumi dan melepaskan muatannya yang akan tampak seperti hujan meteor. (*)

Sumber: VOA

Editor: maximus conterius
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved